Buntut Penggelapan BKK Eromoko, Sistem Pengawasan BKK Diperketat

penggelapan-dana-nasabah
FOTO ILUSTRASI/bisnis.tempo.co

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo menyatakan telah memperketat sistem monitoring dan pengawasan Bank Kredit Kecamatan (BKK). Hal itu dilakukan untuk mencegah terulangnya kasus penggelapan dana nasabah BKK Eromoko (sekarang menjadi BKK Jateng).

Menurutnya, kasus penggelapan dana nasabah BKK Eromoko selama 2014-2017 itu terjadi karena fungsi pengawasan dari pihak manajemen tidak maksimal. Alhasil, Rp 2,7 miliar dana nasabah digelapkan oleh Giri Rahmanto (36), seorang oknum karyawan BKK Eromoko.

Pria warga Dusun Sumber RT 2 RW1 Desa Puloharjo, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri itu kini ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri.

Baca : Dukun Pengganda Uang Menghilang, Diduga Terlibat Penggelapan Dana Nasiabah BKK Eromoko

“Manajemen saat itu tidak maksimal. Menghimpun dana nasabah tetapi lemah dalam pengawasan. Oleh karenanya, kami telah melakukan upaya agar ada sistem monitoring yang lebih ketat,” katanya, Rabu (15/1).

Dia menuturkan, Giri waktu itu mampu memperdayai nasabah maupun manajemen BKK karena bisa mengeluarkan buku tabungan palsu. Uang yang tercantum pada buku tabungan tersebut sama dengan yang disetorkan nasabah. Namun, uang dari nasabah tidak disetorkan ke kas BKK.

“Dia bisa mengeluarkan buku tabungan. Angka-angkanya sama dengan uang yang disetor nasabah, sehingga nasabah tidak curiga. Itu yang membuat lama tidak terdeteksi. Kasusnya baru njedot (meledak) setelah ada nasabah yang mau ambil tabungan, ternyata uangnya tidak ada,” terangnya.

Pihaknya sempat memanggil pihak keluarga Giri dan meminta pengembalian dana yang digelapkan. Tetapi setelah batas waktu terlewati, mereka tidak bisa memenuhi. Alhasil, Pemkab terpaksa menyerahkan kasus itu kepada aparat penegak hukum.

Baca : Sayap Jembatan Jalan Lingkar Kota Wonogiri Ambrol, Ini Penyebabnya

“Dia sudah dipecat, langsung dinonaktifkan. Pihak manajemen juga diberi sanksi, dilakukan mutasi dan berdampak pada jenjang karirnya,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Kejari Wonogiri menetapkan Giri Rahmanto (36) mantan karyawan BKK Eromoko menjadi tersangka. Pria itu diduga menggelapkan dana nasabahnya hingga Rp 2,7 miliar.

Pengacara Giri, Ganis Wibowo mengatakan, kliennya akan menjalani pemeriksaan lagi Kamis mendatang (16/1). “Besok kamis klien saya akan diperiksa lagi,” ujarnya. (Khalid Yogi)

Baca : Sosialisasi Rekayasa Lalu Lintas Pembangunan Flyover Purwosari, Ini Imbauan Pemkot Surakarta

Editor : Budi Sarmun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here