Listrik Kantor Pelayanan Publik Solo Bakal Beralih Ke Premium

pelanggan-pln-premium
PELANGGAN PREMIUM : Peresmian pelanggan PLN premium gold di Loji Gandrung, rumah dinas wali kota Surakarta, Rabu (15/1). (suaramerdekasolo.com/Vladimir Langgeng)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Untuk menjamin kecepatan pelayanan kepada masyarakat, kata Wali Kota FX Hadi Rudyatmo, kantor pelayanan publik di Kota Solo segera beralih ke listrik premium, tahun ini. Layanan listrik premium, saat ini baru di Loji Gandrung, rumah dinas wali kota.

“Pemerintah Kota Surakarta menjadi instansi pemerintah pertama di Jawa Tengah yang menjadi pelanggan listrik premium,” kata Rudy di sela peresmian pelanggan PLN premium gold di Loji Gandrung, rumah dinas wali kota, Rabu (15/1).

Baca : Rumah Dinas Wali Kota Surakarta Menjadi Pelopor Pertama Pelanggan Premium Gold

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan DIY, Feby Joko Priharto mengatakan, potensi pasar pelanggan listrik kelas premium di Jawa Tengah dan DIY cukup besar, baik sektor swasta maupun pemerintah. Karena itu, PT PLN bakal lebih serius lagi menggarap pasar tersebut.

Feby mengakui, belum banyak pelanggan reguler yang tertarik untuk berpindah ke pelanggan premium, meski pasar itu sudah dikenalkan sejak dua tahun lalu. Hingga saat ini, kata dia, PLN baru memiliki pelanggan listrik premium sebanyak 38 instansi swasta.

“Kami ingin menggarap pasar ini dengan lebih baik di 2020 ini,” kata Feby.
Lebih lanjut dia mengatakan, pelanggan premium akan mendapat banyak keuntungan dibanding pelanggan biasa. Karena pihak PLN menggunakan dua penyulang sekaligus dalam memberi pelayanan. Dengan dua penyulang membuat listrik tetap aman saat ada gangguan jaringan.

Baca : Daftar Tunggu Pencetakan E-KTP Klaten Capai 30.000, Kiriman Cuma 4.000 Biji

Ketika jaringan utama padam, kata dia, otomatis listrik akan langsung beralih ke jaringan kedua. Proses pergantian itu berlangsung secara otomatis dan hanya membutuhkan waktu 0,4 detik. Dengan demikian, peralatan seperti eskalator, lift, penerangan, pendingin ruangan, dan peralatan elektronik lainnya masih tetap normal.

Terkait tarif, Feby mengatakan, tarif untuk layanan premium tidak jauh beda dengan layanan reguler. Cuman terpaut sekitar 6 persen di atas tarif normal. Hanya saja, layanan itu baru bisa dinikmati oleh pelanggan dengan daya menengah. Seperti di pusat perkantoran, pusat perbelanjaan, hotel, rumah sakit, dan instansi pemerintahan.(Vladimir Langgeng)

Baca : Dibutuhkan 10 Orang, KPU Buka Lowongan Calon PPK Kecamatan

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan