Desa Jatisari Wonogiri Dirikan Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus

0
pendidikan-luar-biasa-wonogiri
BERKEBUTUHAN KHUSUS : Para guru, orang tua, dana anak-anak berkebutuhan khusus beraktivitas di kelas di Dusun Tanduran RT3 Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Kamis (16/1). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Pemerintah Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri mendirikan sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Untuk saat ini, belasan anak berkebutuhan khusus dari wilayah Kecamatan Jatisrono dan sekitarnya itu menerima pendidikan di rumah Krisyanto, seorang warga desa setempat.

Kepala Desa Jatisari, Teguh Subroto menuturkan, gagasan untuk mendirikan sekolah itu diawali dari adanya anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di SD dan SMP Rumpun Muslim (Rumus) di Desa Jatisari. Anak-anak berkebutuhan khusus semula berbaur menjadi satu dengan sekitar 500 murid lainnya.

Mereka ternyata kesulitan mengikuti pelajaran sekolah. “Tidak bisa dicampur (dengan anak-anak lainnya). Mereka jadi kesulitan mengikuti pelajaran. Karena itu harus dipisah,” kata Teguh yang juga pendiri Yayasan Rumpun Muslim tersebut.

Sejak lima tahun yang lalu, pendidikan untuk anak-anak berkebutuhan khusus mulai dipisah. Mereka menempati sebuah ruang kelas yang disediakan, Krisyanto seorang donatur di Dusun Tanduran RT3 Desa Jatisari.

Selanjutnya mulai dua tahun yang lalu, pemerintah Desa Jatisari menganggarkan dana untuk operasional sekolah anak berkebutuhan khusus. “Tahun 2019 lalu kami menyiapkan Rp 9 juta untuk operasional. Guru-gurunya kami buatkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan dari desa. Selain dari desa, biaya-biaya juga disumbang dari para donatur dan swadaya orang tua murid,” terangnya.

Tinggalkan Pesan