Pakai Drone Tim Gabungan Temukan Retakan di Bukit Putih Perbatasan Klaten-Gunung Kidul

bukit-rawan-longsor-klaten-yogyakarta
TIM GABUNGAN: Tim gabungan melakukan pemetaan di bukit putih perbatasan Klaten-Gunung Kidul yang pekan lalu longsor. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Tim rescue gabungan Kabupaten Klaten yang melakukan pemetaan dengan dua drone di Bukit Putih perbatasan Klaten-Gunung Kidul menemukan retakan. Retakan tersebut baru sebatas hasil pengamatan visual.

” Secara visual kita temukan beberapa retakan tapi hanya sebatas pengamatan visual. Tapi karena bukan ahli, kami tidak berani menyimpulkan apapun secara teknis,” ungkap Sekretaris SAR Kabupaten Klaten, Deni Nur Indragani, Kamis (15/1) siang.

Deni menjelaskan retakan itu ditemukan dari pengamatan di atas dan dari bawah. Apakah retakan lama atau baru, tidak dipastikan. Dalam pemetaan yang dilakukan SAR, TRC BPBD, relawan MDMC, Rescue Klaten Timur, Bagana, Damkar dan lainnya itu dikerahkan dua unit drone. Jumlah personel 30 orang yang dibagi tiga.

Tim satu dengan drone memotret visual dari puncak, tim dua dengan GPS menyisir dari bawah dan tim tiga mendata penduduk. Dari pendataan warga didapatkan ada 515 jiwa warga Klaten yang bisa terancam longsor dari bukit di wilayah Kabupaten Gunung Kidul itu. Warga sebanyak itu dari RW 3,7 dan 8 Desa Burikan, Kecamatan Cawas.

Tiga RW itu di Dusun Mundon, Groyokan dan Burikan, Kecamatan Cawas, Klaten. Mereka berada di bawah bukit dipisah jalan dengan Desa Tancep, Kecamatan Ngawen, Gunung Kidul. Pemetaan itu dilakukan untuk mereview ancaman longsor menyusul pekan lalu sudah ada longsoran. Data dibandingkan dengan data 2006, 2007 dan 2011.

Lihat Kemiringan

Review, tambah Deni, untuk melihat ancaman longsor dengan melihat kemiringan, ketinggian, retakan dan elevasinya. Data pemetaan nantinya akan diberikan untuk membantu desa menyiapkan antisipasi bencana ke depan.

Pemerintah desa bisa mengambil langkah dengan dasar data itu sehingga bisa diminimalkan jatuhnya korban. Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Sri Yuwana Haris mengatakan pemetaan itu merupakan tindak lanjut cek lokasi dua hari sebelumnya. BPBD sudah ke lokasi bersama Muspika.

” Sudah kita awali cek lokasi sebelumnya. Bertemu warga dan pemerintah desa,” jelas Haris.(Achmad H)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan