Masyarakat Pecinta Bendera Tauhid Surakarta Serukan Pemberantasan Korupsi

elemen-umat-islam-solo

SOLO,suaramerdekasolo.com – Pawai simpatik bendera tauhid yang diselenggarakan oleh elemen Masyarakat Pecinta Bendera Tauhid Surakarta mengangkat dua tema yakni Indonesia bertauhid berantas korupsi dan segera geledah Kantor KPU dan PDI Perjuangan.

Pawai yang diselenggarakan pada Jumat 17 Januari 2020 ini diikuti oleh ratusan orang. Mereka berkumpul di Jl Hasanudin Brengosan, Solo yang terletak di depan Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) dan bergerak pukul 13.33 WIB.

Rute pawai dari Brengosan, Jackstar, kerten, pom bensin Manahan, Polresta Surakarta, jalan layang Manahan, Gendengan, Stadion Sriwedari, Balai Kota Surakarta, dan Gladak.

Di Balai Kota, para peserta melakukan aksi bakar bendera Partai Komunis Indonesia (PKI). Kemudian peserta melanjutkan menuju ke Gladak. Peserta tiba di sana pukul 14.19 WIB untuk mendengarkan orasi dari tokoh masyarakat.

Melalui wawancara dengan Hendro Sudarsono selaku Humas Pecinta Bendera Tauhid (MARTABAT) memohon kepada Presiden Jokowi untuk menerbitkan PERPU KPK dan menolak UU KPK revisi guna menguatkan KPK.

Dalam acara ini ada dua orator yang menyampaikan aspirasinya yaitu Edy Lukito, selaku ketua Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) dan Dr Muhammad Taufik, selaku advokat.

Edy berpendapat bahwa korupsi di Indonesia bagaikan penyakit yang kronis yang harus segera dioperasi.

“Yang namanya korupsi, manipulasi, itu sekarang tidak malu-malu, jadi koruptor itu santai, tertangkap dan dipakaikan baju kuning orannye terlihat santai senyam-senyum,” tuturnya.

Pemberantasan Korupsi

Dia menegaskan dan mengajak kepada umat Islam bahwa umat harus ikut memburu koruptor dengan terus bergerak. Dalam akhir orasinya ia memberi pesan,

“Catatan jangan menjadi orang lemah dan harus menjaga persatuan dan saling memberi keterangan keterangan yang baik,” tegasnya. (*)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan