Soleh Joko Sutopo Menjadi Karutan Solo

karutan-surakarta
SALAM KOMANDO- Serahterima jabatan Kepala Rutan Klas IA Surakarta dari Muhamad Ulin Nuha (kanan) kepada Soleh Joko Sutopo (kiri) yang berlangsung di Aula Rutan Klas 1A Surakarta, Jumat (17/1). (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)


*Ulin Nuha Bergeser Sebagai Karutan Cipinang

SOLO,suaramerdekasolo.com – Dua tahun, Muhamad Ulin Nuha Amd, IP, SH, MM menjabat sebagai Kepala Rutan Klas 1A Surakarta. Nah sudah saatnya dia meniti karier yang lebih tinggi. Pria asal itu dipercaya memangku jabatan terbarunya menjadi Kepala Rutan Klas IA Cipinang.

Tak terasa sudah dua tahun, Ulin Nuha merasa betah bertugas di Solo dan mendapat dukungan dari seluruh petugas yang ada dalam rutan.

Dalam serahterima jabatan (sertijab) yang berlangsung di Aula Rutan, Jumat (17/1), Ulin tak lupa mengucapkan terima kasih kepada para jajarannya yang membantu dalam melaksanakan tugas.

Kepala Rutan yang ditinggalkan Ulin Nuha, digantikan Soleh Joko Sutopo Amd, IP, SH, MH. Bagi Soleh Joko Sutopo, usai menempuh pendidikan pemasyarakatan di kementerian hukum dan HAM, kariernya sudah cukup lama berada di lingkungan lapas maupun rutan.

Dimulai sebagai Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Yogyakarta, lalu sebagai Kasubid Keamanan Kanwil Yogyakarta, Kepala Rutan Wates hingga Karutan Bantul.

Pria asli Wonosari, Gunung Kidul itu, kini harus meniti karier di Solo sebagai Karutan Klas 1A Surakarta.

Dalam pernyataannya, Soleh Joko Sutopo akan menjalankan tugas negara dengan sebaik-baiknya. Program lama yang baik, akan diteruskan. Sedang menyangkut kebijakan, dia memprioritaskan dari sisi pelayanan baik untuk warga binaan, pegawai rutan hingga pelayanan kepada masyarakat.

Sebagai orang baru, pejabat eselon III itu akan semaksimal mungkin dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

”Sebagai orang baru, saya akan segera melakukan pengenalan lingkungan.”

Begitu pula dalam menjalankan tugas ke depan, Soleh Joko Sutopo mengacu pada resolusi Dirjen Pemasyarakatan yakni melakukan pendekatan kepada warga binaan untuk menjaga ketertiban dan memberikan pelayanan.

”Sebab kunci reformasi birokrasi membangun sinergitas berada pada bentuk pelayanan,” tegasnya. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan