Terowongan kuno Tulung Dulunya Tempat Pembuangan Limbah Pabrik Gula Tjokro Toeloong Zaman Kolonial

terowongan-cokro-tulung-klaten

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Balai Perlindungan Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah baru saja mengirimkan tim untuk meninjau lokasi penemuan terowongan dan bunker kuno di Cokro Kembang, Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Klaten.

Tim terdiri atas Deny Wahyu Hidajat SS MA (Kepala Unit Sewu), Wardiyah Shum (Subpokja Pemanfaatan), Putu Dananjaya SPd MA (Sobpokja Pemanfaatan), Bagus Astista H SS (Pokja Pemanfaatan) dan Choirul Ula dari Bagian Dokumentasi.

Sementara dari penelusuran suaramerdekasolo.com, Pabrik gula Tjokro berdiri tahun 1897. Bangunan terowongan itu termasuk struktur bangunan cagar budaya, sehingga BPCB bersedia memberikan konseling atau bimbingan agar penggalian yang dilakukan warga tidak merusak cagar budaya.

Sejumlah warga atau saksi hidup pun mengakui bahwa terowongan kuno Cokro Kembang, Tulung merupakan peninggalan kolonial.

Seperti yang disampaikan Rahmat Sulistya

“Dulu daerah cokro ada pabrik gula…. Mungkin buangan limbah”

terowongan-cokro-tulung-klaten2

Sebelumnya, Deny Wahyu Hidajat mengatakan, kegiatan BPCB Jateng mengkroscek kondisi lapangan dan mengobservasi temuan terowongan.

“Kedatangan kami untuk memastikan apakah terowongan itu benar-benar kuno atau tidak, ternyata betul itu terowongan kuno yang digunakan untuk pembuangan limbah Pabrik Gula Tjokro Toeloong di jaman kolonial,’’ kata Deny Wahyu Hidajat ketua tim sekaligus Kepala Unit Sewu

‘Menurutnya, apa yang dilakukan warga bagus sekali, nanti akan kami kaji secara akleologis sebagai bahan para guide.

“Warga akan kami bekali informasi agar bisa nantinya memandu wisatawan yang berkunjung. Dari situ mereka bisa mendapat income untuk meningkatkan ekonomi. Peran kami untuk edukasi ke masyarakat,’’ kata Deny Wahyu Hidajat. (Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan