PHRI Sukoharjo Usul Dinas Pariwisata Dibentuk Di Kota Makmur

0
phr-solo
TINGGALKAN TEMPAT : Para pengurus PHRI Sukoharjo sekaligus panitia muscab berdiri dan meninggalkan tempat, usai memberi penjelasan pada para wartawan di Solobaru, Senin (20/1). (suaramerdekasolo.com/Vladimir Langgeng)

SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com -Perhimpuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Sukoharjo bakal mengajukan pembentukan Dinas Pariwisata di kabupaten setempat.
Tujuannya agar sektor pariwisata di kabupaten tersebut bisa dikelola secara optimal.

Selama ini, OPD yang menangani sektor pariwisata hanya setingkat kepala seksi (kasi) di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Padahal potensi pariwisata Sukoharjo cukup bagus.
Di situ ada kampung gamelan di Wirun Mojolaban yang banyak dikunjungi wisatawan asing, ada kelompok usaha pengrajin rotan di Trangsan Baki yang telah dijadikan destinasi wisata, ada Solo Heritage di Kartasura yang belakangan viral ke mana-mana, ada pasar jamu/herbal di Weru, dan lainnya.

Baca : Suhu Kota Solo dan Yogyakarta Panas, Pola Angin Berubah

Selain itu, di Sukoharjo juga banyak hotel bintang, khususnya di kawasan Solobaru Grogol dan Kartasura. Selama ini, di hotel-hotel itu banyak digelar kegiatan pariwissta, yakni MICE atau meeting, incentive, conference, and exhibition. Baik lokal maupun nasional.
“Kami ingin bersinergi dengan Pemkab Sukoharjo dalam memajukan sektor pariwisata,” kata Ketua PHRI Sukoharjo Oma Nuryanto, ketika memberi penjelasan pada sejumlah wartawan di Solo, Senin (20/1). Penjelasan terkait rencana muscab (musyawarah cabang) asosiasi tersebut yang akan digelar Rabu (22/1).

Humas PHRI Sukoharjo Ika Florentina mengatakan, banyak kegiatan nyata yang telah dilakukan asosiai itu dalam rangka memajukan sektor pariwisata di kabupaten tersebut. Salah satunya adalah menggelar famtrip, dengan melibatkan para pelaku bisnis pariwisata, seperti biro perjalanan, pengelola hotel, dan lainnya.

“Dalam famtrip, kita mengenalkan destinasi wisata yang di Sukoharjo dan berbagai saran pendukungnya, seperti hotel dan restoran,” kata Ika yang juga General Manager Five Hotel Solobaru itu.

Baca : Tilang Bayar Di Kantor Pos, Bukti Diantar Ke Rumah

Sekretaris PHRI Sukoharjo Basid Burhanudin menambahkan, selain sebagai sarana penunjang destinasi wisata, hotel dan restoran juga merupakan destinasi wisata. Karena di situ banyak digelar agenda pariwisata, khususnya MICE dan atraksi wisata lainnya.
“Hotel-hotel di Sukoharjo layak dan representatif dijadikan venue untuk kegiatan pariwisata,” kata Basid.

Sementara itu, persiapan muscab bertajuk “Kebersamaan Hotel dan Restoran untuk Menggiatkan Kepariwisataan di Sukoharjo dan Soloraya” dinilai sudah matang. Selain memilih ketua baru PHRI, muscab juga untuk mengevaluasi dan menyusun program kerja periode mendatang.

Untuk calon ketua, baru satu orang yang mendaftar, yakni Oma Nuryanto, pentahana. Pihak panitia kesulitan mencari figur ketua. “Calon ketua yang kami cari adalah pemilik hotel. Kalau ketua dari pengelola atau GM, dikhawatirkan bisa pindah tempat sebelum masa jabatan berakhir,” kata Ika.(Vladimir Langgeng)

Baca : Siswa SMP 4 Wonogiri Berlatih Menghadapi Bencana

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan