Suhu Kota Solo dan Yogyakarta Panas, Pola Angin Berubah Penyebab Jateng Tak Turun Hujan

cuaca-panas-solo-yogya
LANDING : Sebuah pesawat mengudara di angkasa Yogyakarta. (suaramerdekasolo.com/Budi Santoso)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Sejak dua pekan terakhir ini cuaca Kota Solo (Surakarta) dan Yogyakarta pada pagi sampai sore cerah.

Suhu pada malam hari panas dan membuat gerah.

Tak adanya awan di angkasan diduga menjadi penyebab bulan Januari uang semestinya sebagai musim penghujan menajdi panas seperti musim kemarau.

Baca : Musim Hujan di Wonogiri Terjeda, Ini Penyebabnya

Dilansir dari tribunjogja, Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Mlati, Reni Kraningtyas menjelaskan, penyebab dari fenomena ini dipicu oleh pola angin.

“Jadi cuaca kali ini dipengaruhi oleh pola angin Barat Daya yang membentuk berairan (divergen) di Jawa, sehingga pembentukan awan hujan di Yogyakarta sangat kecil,” paparnya.

cuaca-panas-solo-yogya2

Baca : Siapkan Jas Hujan dan Payung, Solo Raya Mulai Turun Hujan

Selain itu kata dia, kondisi ini juga dipengaruhi oleh fase MJO kering yang dominan di Indonesia bagian Barat.

“Posisinya (MJO) sekarang di fase enam atau Samudera Pasifik,”ungkapnya.

Kedua hal ini mengakibatkan cuaca di Yogyakarta cenderung cerah.

“Menurut pengamatan dari pantauan citra satelit himawari, terlihat hampir tidak ada awan di Pulau Jawa,” katanya.

Lanjut Reni, cuaca ini mengakibatkan radiasi Matahari yang diterima Bumi menjadi lebih besar sehingga suhu udara terasa panas. (*)

Baca : Musim Hujan di Wonogiri Terjeda, Ini Penyebabnya

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan