Indonesia Terang Siap Pasang 60.000 PJUTS di Jateng

program-indonesia-terang
BERI PENJELASAN : Manajer Operasi PT Imza Rizky Jaya, Deny Setiawan (kiri), memberikan penjelasan perihal pelaksanaan program Indonesia Terang di Hotel Alila, Solo, Selasa (21/1). (suaramerdekasolo.com/Agustinus Ariawan)

SOLO, suaramerdekasolo.com – Tak kurang 60.000 lampu penerangan jalan umum tenaga surya (PJUTS) akan dipasang di 24 kabupaten/kota se-Jateng, selama lima tahun ke depan. Pemasangan lampu PJUTS itu merupakan bagian dari program Indonesia Terang yang digagas PT Imza Rizky Jaya.

Manajer Operasi PT Imza Rizky Jaya, Deny Setiawan, mengungkapkan jika dalam triwulan pertama tahun ini perusahaan itu fokus kepada pengadaan lampu.

“Pengadaannya bertahap, karena program ini juga berlangsung di daerah lain seluruh Indonesia. Tapi akhir tahun ini ditargetkan minimal 5.000-10.000 lampu sudah terpasang,” terang dia, usai konferensi pers launching Program Indonesia Terang Wilayah Provinsi Jawa Tengah di Hotel Alila, Solo, Selasa (21/1).

Deny menambahkan, berdasarkan pemetaan PT Imza Rizky Jaya lampu PJUTS tersebut akan dipasang di 200-an desa. “Untuk wilayah eks Karesidenan Surakarta, sudah ada rencana pemasangan di Sragen 5.000 lampu, Solo 2.000 lampu, Boyolali 2.500 lampu dan Klaten 1.000 lampu.”

Lokasi pemasangan lampu tersebut diserahkan kepada masing-masing Pemda. Meski demikian Deny menekankan jika PJUTS tersebut lebih cocok dipasang di wilayah perdesaan atau permukiman.
“Ada masa garansi lampu selama tiga tahun. Sesudahnya maintenance diserahkan kepada Pemda masing-masing. Apakah mau dijadikan aset desa atau dikelola Pemda,” terang dia.

Konferensi pers tersebut dihadiri Direktur Utama PT Imza Rizky Jaya Rizayati, Plt Direktur Operasional Jerry Lumandung, Direktur Umum Makmur Pulaelo, serta Komisaris Utama PT Imza Rizky Jaya Gempar Soekarnoputra.

Menurut Gempar, pelaksanaan program Indonesia Terang di seluruh Indonesia oleh perusahaan tersebut tidak didanai pemerintah. Melainkan dari dana hibah non goverment organization (NGO) luar negeri dari Rusia, Jepang, Tiongkok, UEA, dan sejumlah negara lain.

Sementara Rizayati berharap, pemasangan PJUTS itu bisa mendukung pengembangan daerah-daerah yang belum teraliri listrik. “Kami ingin membantu program pemerintah, khususnya di daerah perdesaan,” tandasnya. (Agustinus Ariawan)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan