Terdampak Pembangunan Jembatan Layang, Tugu Bersejarah Ini Wajib Diselamatkan

tugu-tabanas-purwosari
TUGU TABANAS : Tugu Tabanasa di Bundara Purwosari Solo adalah salah satubangunan yang akan terdampak pembangunan flover Purwosari, Selasa (21/1).(suaramerdekasolo.com/Budi Santoso)

SOLO,suaramerdekasolo.com –Tugu Tabanas (Tabungan Pembangunan Nasional) yang terletak di simpang tiga Jalan Slamet Riyadi Jalan Kh Agus Salim Purwosari Solo menjadi salah satu bangunan yang terancam digusur karena pembangunan flyover. Posisinya yang nyaris di tengah-tengah proyek nasional itu dan menjulang ke atas maka besar kemungkinan bangunan bersejarah itu akan lenyap.

Anggota Komisi II DPRD Surakarta Wawanto saat dimintai keterangan perihal penggusuran tugu meminta agar benda tersebut diselamatkan.

Baca : Flyover Purwosari Bakalan Dilengkapi Akses Pejalan Kaki dan Drainase

“Tugu Tabanas itu ya nanti kami mohon bisa diamankan dan kalau bisa dihindari, kalau memang tidak ya dicarikan tempat yang bisa, ” terangnya kepada suaramerdekaslo.com, Selasa (21/01).
Menurut dia, Tugu Tabanas memiliki nilai filosofi yang tinggi. Sebab pada masa Era Orde Baru, program menabung secara nasional merupakan salah satu program nasional.

“Kalau bisa ya jangan dihilangkan karena tempat itu sedikit banyak ada sejarahnya. Tabanas itu kan mengajak masyarakat untuk gemar menabung atau berhemat,” ujarnya.

tugu-tabanas-purwosari2

Wakil rakyat dari PDI perjuangan ini memiliki inisiatif agar tugu ditinggikan atau jika tugu itu terpaksa harus digusur maka akan dicarikan tempat yang sesuai di sekitar Purwosari.

“Saya harapkan kepada pelaksana proyek atau siapapun yang berkaitan bisa segera mengamankan dicarikan tempat di seputaran agar tetap berdiri tegak di situ dan kalau bisa tugu itu tetap kelihatan.”

Baca : Sosialisasi Rekayasa Lalin Purwosari Diperkuat

Terpisah ketua DPRD Kota Surakarta Budi Prasetyo menuturkan hal serupa.
Budi berencana berkoordinasi dengan pihak terkait soal penyelematan tugu yang diperkirakan diresmikan pada 20 Agustus 1988.

“Apakah tugu ini termasuk benda cagar budaya (BCB) atau bukan ya nanti akan dicarikan solusi terbaik jika memang itu termasuk benda cagar budaya.
Tentu akan kita kroscek lagi dengan dinas terkait, bagaimana saat sosialisasi apakah keberadaan tugu menjadi masukan dari masyarakat, atau seperti apa,” imbuhnya.
Seperti diketahui, jalan layang Purwosari mulai dikerjakan pada, Rabu (8/1). Nilai kontrak pembangunan flyover Purwosari mencapai Rp 104 miliar dana selesai dibangun pada 20 Desember 2020. (Budi Santoso)

Baca : Mulai Kamis Bangjo Polresta dan Agas Diaktifkan, Antrean Kendaraan Capai 500 meter

Editor : Sri Hartanto

 

Tinggalkan Pesan