Musim Hujan di Wonogiri Terjeda, Ini Penyebabnya

musim-hujan-wonogiri
MEMBAJAK SAWAH : Petani mulai membajak sawah di Desa Pule, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Beberapa wilayah di Kabupaten Wonogiri dalam beberapa hari terakhir tidak turun hujan. Padahal, bulan Januari biasanya merupakan puncak musim hujan. Kondisi itu memunculkan pertanyaan dari sebagian masyarakat.

Menanggapi hal itu, kepala pelaksana harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri Bambang Haryanto mengungkapkan, pihaknya telah menerima penjelasan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). “Musim hujan di sebagian Jawa Tengah dalam beberapa hari terakhir mengalami jeda hari hujan,” katanya, Rabu (22/1).

Baca : Siapkan Jas Hujan dan Payung, Solo Raya Mulai Turun Hujan

Kondisi tersebut disebabkan adanya subsidensi angin pasat tenggara hingga selatan yang bersifat kering. Selain itu adanya pertumbuhan pola siklonik di barat daya Sumatera yang diikuti pembentukan Borneo Vortex atau pola siklonik di barat laut Kalimantan.

Hal itu menjadi gangguan bagi aliran massa udara bersifat basah dari utara wilayah Jawa Tengah.

Bambang menambahkan, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas 2 Ahmad Yani Semarang terus memantau melalui citra satelit. Saat ini, pola-pola siklonik yang berada di barat daya Sumatera dan sebelah barat Kalimantan sudah punah.

Baca : Suhu Kota Solo dan Yogyakarta Panas, Pola Angin Berubah Penyebab Jateng Tak Turun Hujan

Alhasil, aliran massa udara basah dari Benua Asia (Monsun Asia) kembali bergerak ke selatan ekuator Indonesia lalu membentuk pola pertemuan angin dengan angin pasat tenggara di sekitar Pulau Jawa. Pada daerah pertemuan angin tersebut terdapat potensi pertumbuhan awan konvektf yang dapat menyebabkan hujan intensitas sedang sampai lebat.

Beberapa daerah di Kabupaten Wonogiri berpotensi menerima curah hujan intensitas sedang sampai lebat, tanggal 21-23 Januari. Masyarakat diimbau waspada terhadap potensi angin kencang, banjir, dan tanah longsor. (Khalid Yogi)

Baca : 180 Wisatawan Asal Tiongkok Diperiksa Di Bandara Solo, Antisipasi Virus Corona

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan