Ajukan Pupuk Urea Bersubsidi 23.000 Ton, Petani Karanganyar Dapat Bagian 13.000 Ton

0
sebar-pupuk
EBAR PUPUK – Petani menebar pupuk urea ke tanaman padinya. Saat ini jatah pupuk urea bersubsidi berkurang sampai 30 %..(suaramerdekasolo.com/Joko DH)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Petani Karanganyar bakal puyeng. Sebab permohonan jatah pupuk urea di musim tanam I ini ternyata turun hampir separohnya. Dari jatah yang diajukan 23.000 ton untuk kebutuhan petani yang sudah masuk kelompok (Rencana Detail Klebutuhan Kelompok), ternyata pemerintah pusat hanya memberi jatah 13.000 ton saja.

‘’Karena itu kita khawatir, itu akan melemahkan semangat petani menanam padi. Tentu pengaruhnya pada surplus beras pada produksi padi musim ini. Sebab jatah pupuknya harus ditanggung petani sendiri,’’ kata Kadis Pertanian Siti Maysyaroch, Rabu.

Jatah pupuk segitu itu sebetulnya juga kurang. Sebab pemerintah juga mengatakan, katanya pupuk urea bersubsidi hanya turun 30 persen saja, kenyataannya, Karanganyar menerima sampai hanya separohnya saja, tidak 30 persen turun.

Dia mengatakan, nantinya jatah pupuk untuk petani yang sudah masuk dalam RDKK, akan disesuaikan. Pupuk akan dibagi merata, semua yang memiliki RDKK diberi pupuk urea bersubsidi sesuai penurunan tersebut.

Jadi tidak dulu-duluan siapa petani RDKK yang sudah mengajukan bakal bisa dipenuhi, sisanya yang tidak dapat, harus memakai pupuk nonsubsidi. Semua petani yang sudah masuk RDKK akan dapat pupuk bersubsidi sesuai jatahnya, dan sisanya memakai pupuk urea nonsubsidi.

Siti Maisyaroch mengaku prihatin atas penurunan itu. Namun dia berharap petani bisa memaklumi jika ada penurunan jumlah sebsidi pemerintah tersebut. Namun dia menyatakan, pupuk nonsubsidi dijamin ada, sehingga petani tidak perlu merasa khawatir pupuk jadi langka di pasaran.

‘’Saya berani menjamin ketersediaan pupuk cukup. Tapi nonsubsidi, kalau pupuk bersubsidi memang hanya 13.000 ton. Dan satu hal saya minta petani masuk kelompok sehingga dengan begitu akan terdeteksi RDKK yang sebetulnya. Sebab tanpa masuk kelompok, tidak bisa memperoleh pupuk bersubsidi,’’ kata dia.

Tahun ini jumlah produksi padi mencapai surplus sekitar 122.000 ton padi atau setara dengan 80.000-an ton beras. Karanganyar masih lumbung padi, namun jika pasokan pupuk terhambat, dikhawatirkan akan berpengaruh.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan