Kasus Pencabulan Anak Bawah Umur Beji Andong, Pelaku Pernah Ancam Sebar Video dan Foto Korban

aksi-pencabulan-boyolali
PENJELASAN: Kapolres Boyolali AKBP Rachmad Nur Hidayat menjelaskan terkait aksi pencabulan yang dilakukan tersangka Bagus Saputro (kiri). (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Diduga mencabuli gadis di bawah umur, Bagus Saputro (19) warga Desa Beji, Kecamatan Andong kini harus berurusan dengan polisi. Bahkan, tersangka kini ditahan di Mapolres Boyolali untuk penyidikan lebih lanjut.

Menurut Kapolres Boyolali AKBP Rachmad Nur Hidayat, tersangka dikenai pasal 81 atau 82 UU RI No 17/2016 tentang Penetapan atas Perpu No 1/2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI No 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

“Dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda maksimal sebesar Rp 5 miliar,” katanya dalam rilis kasus tersebut, Kamis (23/1).

Dijelaskan, perbuatan cabul dilakukan tersangka atas korban berinisial I (16) warga Kecamatan Andong. Perbuatan cabul dilakukan sejak Agustus 2019 hingga terakhir kali pada tanggal 13 Januari 2020.

Adapun kronologis kejadiannya, pada bulan Agustus 2019, pelaku mengajak korban ke SDN Mojo sepulang sekolah.

Disana, pelaku mengajak korban untuk berhubungan badan. Setelah itu, pelaku memaksa korban berkali- kali melakukan persetubuhan hingga terakhir pada 13 Januari lalu.

“Jika korban menolak, maka tersangka mengancam akan menyebarkan video dan foto korban dalam kondisi tidak berpakaian.”

Tinggalkan Pesan