41 Pasar Diserahkan ke Pemerintah Desa, PAD Rp 700 Juta Terancam Menguap

0
pasar-delanggu-klaten
PASAR DESA: Pemerintah Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu membangun pasar desa di lokasi baru. (suaramerdekasolo.com,/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Pemkab Klaten menyerahkan pengelolaan pasar desa sebanyak 41 titik ke pemerintah desa setempat. Pengelolaan mulai tahun ini tidak lagi berada di tangan Pemkab Klaten.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Pemkab Klaten, Bambang Sigit Sinugroho menjelaskan mulai awal bulan Januari secara resmi 41 pasar desa sudah diserahkan ke pemerintah desa setempat. ” Iya sudah resmi kami serahkan. Total ada 41 pasar mulai awal tahun ini,” jelasnya, Kamis (23/1).

Bambang Sigit mengatakan dengan penyerahan itu maka semua pengelolaan pasar desa tidak lagi di Pemkab. Pembiayaan, rehabilitasi, pembangunan sampai penarikan pendapatan pasar semua sudah diserahkan ke pemerintah desa.

Namun karena baru awal, Pemkab akan tetap mendampingi selama tiga bulan ke depan sebelum dilepas penuh. Selama pendampingan tiga bulan, penarikan retribusi akan dibantu Pemkab dengan tenaga Pemkab Klaten.

Dana retribusi itu tidak masuk ke Pemkab lagi dan akan masuk ke kas desa. Setelah lepas tiga bulan semua pelaksana penarikan retribusi akan diserahkan ke desa. Di Dinas selama ini ada tenaga harian lepas (THL) untuk menarik retribusi pasar.

Apabila tenaga itu akan digunakan pemerintah desa dipersilahkan dan berubah menjadi tenaga di desa. Untuk pengelolaannya, pemerintah desa bisa menggunakan BUMDes yang sudah dibentuk. Pengelolaan dan pembiayaan bisa dilakukan di BUMDes masing-masing.

Kondisi Bagus

Secara umum, kata Bambang Sigit, kondisi 41 pasar masih bagus. Dengan kehilangan pasar sebanyak itu otomatis pendapatan asli daerah (PAD) ke Pemkab Klaten hilang sebesar Rp 700 juta.

Tinggalkan Pesan