Bandara Pindah Kulonprogo, Maskapai Mulai Umumkan Pindah ke Bandara Solo

Pesawat-Xpressair
PINDAH BANDARA : Pesawat Xpressair tengah parkir di apron Bandara Adisucipto Yogyakarta. (suaramerdekasolo.com/dok)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Perpindahan Bandara Yogyakarta dari Bandara Internasional Adisucipto Sleman ke New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo membawa dampak positif bagi penerbangan di Kota Solo.

Tidak hanya para penumpang yang hijrah dari bandara di Yogyakarta ke Solo lantaran lokasinya jauh, maskapainya pun ikut pindah. General Manajer PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Abdullah Usman, Jumat (24/1), mengumumkan adanya perpindahan Xpressair dari Bandara Adisucipto ke Bandara Adi Soemarmo.

Alasannya, kata Usman, kalau maskapai itu ikut pindah ke Bandara Yogyakarta yang baru, maka harus memiliki alat PBN atau Performance Based Navigation. Padahal maskapai yang biasa melayani rute ke Kalimantan itu belum memiliki PBN, jadi harus pakai satelit.

Baca : 180 Wisatawan Asal Tiongkok Diperiksa Di Bandara Solo, Antisipasi Virus Corona

Akhirnya, pihak manajemen memindahkan rute ke Solo. Dan tidak menutup kemungkinan, perpindahan dari Bandara Yogyakarta ke Bandara Solo itu akak diikuti maskapai lainnya, terutama maskapai yang tidak mempunyai PBN.

Dari Solo, menurut Usman, nantinya Xpressair tidak hanya melayani ke Kalimantan saja, yakni ke Pontianak dan Samarinda tapi juga ke Lampung dan Palembang.

“Beroperasinya mulai masuk ‘summer’, tepatnya tanggal 21 Maret,” kata dia.

Usman memperkirakan, perpindahan maskapai itu bakal memudahkan penumpang, mengingat banyak masyarakat di Soloraya khususnya Wonogiri yang menggunakan rute itu.

Baca :Seorang Lelaki Bantu Damkar Terjebak Macet, Kasih Aba Aba Sambil Berlari lari di Jalanan

Yang bekerja di Kalimantan, kata dia, banyak dari Wonogiri. Penumpang yang turun di Bandara Solo juga bisa memanfaatkan kereta Bandara menuju Stasiun Solobalapan dan selanjutnya menggunakan skybridge ke Terminal Tirtonadi. Di sana mereka berganti bus menuju ke kota asal, Wonogiri.

“Untuk memudahkan penumpang, kita sudah berkomunikasi dengan pihak maskapai untuk membuka loket penjualan tiket di Terminal Tirtonadi,” katanya.

Dikatakan, Xpressair menggunakan pesawat jenis Boeing Series Classic dan rencananya akan beroperasi tiga kali seminggu. Menurut dia, selama ini di Yogyakarta tingkat keterisian pesawat cukup bagus, load factornya rata-rata 80 persen dari 150 penumpang. Harapannya, apa yang terjadi di Yogyakarta juga bisa terjadi di Solo.(Vladimir Langgeng)

Baca : Maskapai Lion Air Terapkan Pencegahan Penyebaran Penyakit Pneumonia Berat

Editor : Budi Sarmun


Tinggalkan Pesan