Dampak Virus Corona, Asita Jateng : Tutup Akses Pariwisata Dari Tiongkok

0
wisatawan-tiongkok-bandara-solo
WISATAWAN TIONGKOK : Pemeriksaan wisatawan asal Kunming Tiongkok di Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo, Kamis (23/11). (suaramerdekasolo.cm/Vladimir Langgeng)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Asociation of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Jawa Tengah mengusulkan pada pemerintah melalui instansi terkait untuk memperketat bahkan menutup akses pariwisata dari Tiongkok, menyusul meluasnya wabah virus corona dari negeri tirai bambu itu ke berbagai negara.

Selain melarang kedatangan wisatawan dari Tiongkok, Wakil Ketua ASITA Jateng Daryono juga meminta pada pemerintah untuk mempercepat kepulangan wisatawan negeri tirai bambu itu ke negaranya. Ia mengatakan, pemerintah Tiongkok sudah melarang wisatawan setempat pergi ke luar negeri. Karena itu Pemerintah Indonesia juga harus bertindak cepat dengan melarang wisatawan Tiongkok datang ke sini.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan otoritas Bandara Internasional Adi Soemarmo. Di situ diusulkan agar alat thermal scan yang hanya satu ditambah lagi, sehingga kalau ada kerusakan pemeriksaan memakai thermal scan masih bisa dilakukan. “Kita berharap pemeriksaan menggunakan thermal scan tidak hanya bagi wisatawan Tiongkok, tapi juga seluruh wisatawan asing. Sebab, virus corona sudah menyebar ke berbagai negara,” kata Daryono, Minggu (26/1).

Sementara itu, ratusan bahkan ribuan wisatawan asal Tiongkok membatalkan rencana kunjungan ke Jawa Tengah melalui Solo akibat wabah virus corona. Travel agent PT Cahaya Matahari Rembulan, yang selama ini membawa wisatawan asal Kunming Tiongkok ke Jawa Tengah belum bisa memastikan, kapan bakal membawa mereka ke Indonesia.

Terakhir, Direktur PT Cahaya Matahari Rembulan Pupun Pantiana Gunmantono membawa wisatawan asal Kunming Tiongkok pada Kamis (23/1). Semua wisatawan, 180 orang, diperiksa menggunakan alat thermal scan di Bandara Adi Soemarmo, sebagai antisipasi masuknya virus corona.

Selama ini, biro perjalanan wisata itu rutin membawa wisatawan Kunming ke Jawa Tengah. Wisatawan itu diangkut menggunakan pesawat charter dan mendarat di Bandara Internasional Adi Soemarmo, rata-rata hampir 200 orang.

“Kami harus menghentikan penjualan paket wisata kepada wisatawan di Cina hingga batas waktu yang belum ditentukan,” kata dia yang akrab disapa Pupun, Minggu (26/1).

Dikatakan, pemerintahan setempat memang melarang penerbangan dari Tiongkok ke luar negeri. Kebijakan itu memaksa biro perjalanan setempat membatalan keberangkatan wisatawan dan melakukan refund kepada pelanggannya di Cina, termasuk PT Cahaya Matahari Rembulan.
“Wabah Virus Corona terjadi saat geliat pariwisata tengah bergairah. Namun kami harus melakukan revisi beberapa rencana bisnis yang telah dibuat,” katanya.(Vladimir Langgeng)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan