Dampak Wabah Virus Corona, Ratusan Wisatawan Tiongkok Batal Kunjungi Jateng

0
virus-coron-ganggu-pariwisata-solo
WISATAWAN TIONGKOK : Pemeriksaan wisatawan asal Kunming Tiongkok menggunakan thermal scan di Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo, Kamis (23/11). (suaramerdekasolo.com/Vlladimir Langgeng)

SOLO,suaramerdekasolo.com -Pendapatan sektor pariwisata bagi hotel, kuliner, pusat oleh-oleh, dan destinasi wisata di Jawa Tengah, khususnya di Kota Solo dan sekitar bakal berkurang. Pasalnya, ratusan bahkan ribuan wisatawan asal Tiongkok membatalkan rencana kunjungan wisata Jawa Tengah melalui Solo akibat mewabahnya virus corona di negeri tirai bambu.

Travel agent PT Cahaya Matahari Rembulan, yang selama ini membawa wisatawan asal Kunming ke Jawa Tengah belum bisa memastikan, kapan lagi bakal membawa wisatawan asal Tiongkok itu.Terakhir, Direktur PT Cahaya Matahari Rembulan Pupun Pantiana Gunmantono membawa wisatawan asal Kunming Tiongkok pada Kamis (23/1).

Semua wisatawan, 180 orang, diperiksa menggunakan alat thermal scan di Bandara Adi Soemarmo, sebagai antisipasi masuknya virus corona.Selama ini, biro perjalanan wisata itu rutin membawa wisatawan Kunming ke Jawa Tengah.

Wisatawan itu diangkut menggunakan pesawat charter dan mendarat di Bandara Internasional Adi Soemarmo, rata-rata hampir 200 orang.Lantaran Kunming dinilai cukup berhasil, saat ini PT Cahaya Matahari Rembulan juga menawarkan wisata ke Jawa Tengah itu pada wisatawan Tiongkok di kota lain.

Seperti, Hainan, Changsha, Nanchang, Nanjing, dan lainnya.Pihak biro perjalanan wisata juga tengah menjajaki kerja sama sengan sejumlah maskapai nasional/internasional untuk mengangkut wisatawan berbagai kota di Tiongkok itu untuk mengangkut ke Bandara Adi Soemarmo.Targetnya, tujuh penerbangan setiap minggu.

“Namun kami harus menghentikan penjualan paket wisata kepada wisatawan di Cina hingga batas waktu yang belum ditentukan,” kata dia yang akrab disapa Pupun, Minggu (26/1).Dikatakan, pemerintahan setempat memang melarang penerbangan dari Tiongkok ke luar negeri. Kebijakan itu memaksa biro perjalanan setempat membatalan keberangkatan wisatawan dan melakukan refund kepada pelanggannya di Cina, termasuk PT Cahaya Matahari Rembulan.

“Wabah Virus Corona terjadi saat geliat pariwisata tengah bergairah. Namun kami harus melakukan revisi beberapa rencana bisnis yang telah dibuat,” katanya.

Sebelum wabah mencuat, pihaknya tengah gencar mempromosikan wisata Kota Solo ke sejumlah daerah di Cina.

“Kami menargetkan bisa membawa turis Cina sebanyak tujuh pesawat tiap pekan pada Juni mendatang,” katanya. Dia khawatir dampak wabah ini membuat targetnya meleset.Meski demikian, dia yakin bahwa pemerintahan Cina akan mampu segera mengatasi masalah itu. “Kami melihat bahwa mereka merupakan negara yang memiliki kemampuan besar,” katanya.

Wakil Ketua Wakil Ketua Asociation of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Jawa Tengah Daryono menyayangkan penghentian itu. Sebab, menurut dia, Tiongkok merupakan pasar baru yang cukup potensial untuk paket wisata Solo dan Jawa Tengah. Apalagi ada travel agent yang mampu membawa turis Tiongkok secara rutin tiap pekan dalam jumlah besar.

Bahkan, travel agent itu sanggup mencarter pesawat sendiri lantaran hingga kini belum ada penerbangan reguler dari Tiongkok ke Solo. Dia berharap, wabah virus corona segera teratasi agar sektor wisata bisa pulih kembali. Menurut dia, pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terdampak dari persebaran virus corona.(Vladimir Langgeng)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan