Khawatir Wabah, Tujuh Mahasiswa UNS di Xihua University Minta Dipulangkan

0
mahasiswa-indonesia-radar-bali
FOTO/radarbali

SOLO suaramerdekasolo.com – Tujuh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang menempuh double degree di Xihua University hasil kerjasama dua universitas tersebut meminta untuk difasilitasi kepulangannya ke Indonesia.

Hal itu terkait penyebaran virus korona (N-cov 2019) yang telah menyebar ke seluruh daerah di Tiongkok. Salah seorang mahasiswa, Flafia Domitela Hindun Anjani mengemukakan, pihak kampus tempat ia dan enam mahasiswa lainnya menuntut ilmu telah mengeluarkan imbauan agar seluruh mahasiswa asing untuk sementara waktu kembali ke negaranya sampai situasi membaik.

“Namun saya dan tujuh rekan saya saat ini terpaksa hanya bisa bertahan di asrama karena kesulitan biaya untuk pulang ke Indonesia,” kata Flavia melalui pesan rekaman WA kepada wartawan.

  Dikemukakan ketujuh mahasiswa itu merasa waswas jika penyebaran virus semakin mengganas.Di wilayah tempat mereka menetap di Chongdu, seorang telah meninggal akibat virus tersebut dan 44 pasien yang dinyatakan positif terinfeksi.

“Informasinya jumlah korban terus bertambah. Kami makin waswas meskipun selalu mengenakan masker, penutub seluruh tubuh jika keluar asrama. Kami juga dilarang bepergian ke sejumlah daerah untuk menghindari penularan,” papar Flavia.

 Apalagi sebelumnya pihak kampus hanya menyarankan mahasiswa bertahan di asrama namun beberapa waktu belakangan justru menginbau agar mahasiswa asing di Xihua University kembali ke negara masing masing untuk sementara waktu. Flavia berharap pihak kampus bis memfasilitasi permohonan mereka pada pemerintah untuk bisa memfasilitasi kepulangan ke Indonesia.

 “Di sini kami merasa tidak aman dan semakin waswas melihat perkembangannya. Namun ketiadaan biaya membuat kami kesulitan pulang. Kami berharap pemerintah memperhatikan dan memulangkan kami yang tertahan di Xihua University  ” paparnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua UPT Layanan Internasional UNS, Murni Ramli mengaku belum mendapat informasi tersebut. Baik dari pihak mahasiswa yang bersangkutan maupun dari pihak Xihua University. Ia membenarkan ada 10 mahasiswa UNS yang berkuliah di kampus tersebut. Namun tiga di antaranya sudah kembali ke Indonesia terlebih dahulu. Untuk libur semester.

“Sampai saat ini kami belum mendapat surat resmi atau informasi langsung dari Xihua University. Jika memang pihak kampus tersebut mengimbau agar mahasiswa asing pulang ke negara asalnya masing-masing. Seharusnya ada edaran resmi yang masuk ke kami. Terlebih kami ada jalinan kerjasama dengan Xihua University,” ungkapnya.

Kendati demikian, Murni segera mencari informasi kebenaran imbauan tersebut. Juga mencari informasi tentang mahasiswa yang bersangkutan. Sebab selama ini Murni tidak berkomunikasi langsung dengan mahasiswa yang berkuliah di Tiongkok. Hanya melalui perantara salah seorang dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNS sebagai dosen pembimbing mahasiswa di sana, Stephani.(Evie Kusnindya)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan