Gono Berharap Anaknya Segera Dievakuasi

0
mahasiswa-indonesia-radar-bali
FOTO/radarbali

*Mahasiswa Menempuh Kuliah di Xihua University

SOLO suaramerdekasolo.com – Orangtua mahasiswa yang menempuh kuliah di Xihua University berharap anak anak mereka bisa segera dievakuasi oleh Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tiongkok. Orangtua Flafia Domitella Hindun Anjani, Mattheus Senggono mengemukakan, pihaknya berkomunikasi secara intensif dengan sang anak melalui aplikasi perpesanan. 

“Sejak virus korona menyebar dan kondisi terakhir, anak saya katanya mulai bingung karena stok makanan sudah mulai menipis. Sedangkan pihak kampus sudah meminta agar para mahasiswa asing untuk segera kembali ke negaranya karena di sana sudah ada korban,” ungkap ayah Flafia.

Baca : Cemas Wabah Virus Corona, Mahasiswa Boyolali di Tiongkok Pilih Pulang

Bersama enam rekannya saat ini Flafia masih berada di asrama Xihua University. 

Menurut lelaki yang akrab disapa Gono itu, info terakhir yang diterimanya, pihak kampus mengeluarkan pengumuman agar mahasiswa asing kembali ke negaranya.Sebelumnya, lanjut Gono, total sebanyak 10 rombongan mahasiswa asal Solo termasuk putrinya. Dua di antara mahasiswa tersebut sudah pulang ke Tanah Air sejak liburan Imlek.

Baca : Heboh ! Puluhan Kucing Mati Mendadak, Diduga Berkaitan Wabah Corona

“Yang delapan ini setelah ada pengumuman itu yang dua sudah berusaha pulang ke Indonesia tapi kesulitan mencari tiket, akhirnya tetap tinggal di asrama,” bebernya.Gono mengaku dirinya sangat mencemaskan kondisi putrinya yang tengah terisolasi di Tiongkok.  Terlebih di dekat kampus putrinya sudah banyak warga yang dirawat karena Virus Corona.

 “Memang dari Provinsi Wuhan letaknya jauh, tapi di Sichuan kabarnya sudah ada satu korban meninggal dan 44 orang dirawat. Dan mereka ada yang tinggal di dekat asrama. Makanya kami pun cemas dengan kondisi anak kami,” sambungnya.

Baca : Pramugari Lion Air Dinytakan Negatif Terjangjit Virus Corona

Dijelaskan Gono, Flafia bersama sembilan teman lainnya merupakan lulusan D3 Pendidikan Bahasa Mandarin UNS dan karena ada kerjasama antara kampus dengan Xihua University, anaknya bersama sembilan orang lainnya kuliah di sana per Oktober 2019.

 “Baru tiga bulan di sana terjadi kasus virus korona ini. Terakhir dari pihak kampus menyarankan untuk pulang ke Indonesia dan nanti kalau sudah aman akan mengabarkan kapan bisa kembali ke China. Masalahnya, selain biaya untuk pulang, mereka juga kesulitan keluar dari Sichuan karena akses keluar maupun masuk ke sana sudah dibatasi. Makanya kami hanya bisa mengharapkan KBRI bisa membantu mengevakuasi anak kami bersama teman-temannya,” tegasnya.(Evie Kusnindya)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan