Upaya Bunuh Diri Warga Juwangi di Bawah Overpass Manahan Tak Tercium Warga

0
bunuh-diri-overpass-manahan-solo
LOKASI BUNUH DIRI : Jalur kereta api di bawah Overpass Manahan Solo menjadi lokasi dugaan bunuh diri warga Juwangi, Boyolali, Kamis (30/1). (suaramerdekasolo.com/Budi Santoso)

*Dibangun Overpass, Bekas Palang Sepur Manahan Sepi

SOLO,suaramerdekasolo.com – Semenjak palang sepur Manahan Solo ditutup karena ada bangunan overpasss Manahan di atasnya. Lokasi yang dulunya simpang sebidang kereta api dan biangnya macet kini menjadi sepi.

Dari sisi selatan yakni depan Hotel Agas, jalur ganda kereta api pada malam hari gelap gulita. Pun demikian dari arah utara. Hanya ada barikade-barikade yang dipasang di bekas simpang sebidang untuk menghalangi kendaraan roda dua atau sepeda yang nekat menerabas jalur KA.

Baca : Diduga Bunuh Diri, Warga Boyolali Tabrakan Diri ke KA Lodaya di Bawah Overpass Manahan

Kejadian dugaan bunuh diri Kamis (30/1) pukul 19.00 WIB yang merenggut nyawa Purwanto usia (40), warga Bajangan 08/03, Kayen, Jbuwangi, Boyolali diduga tak diketahui warga sekitar atau pengguna jalan.

Kondisi lapangan yang gelap gulita dan tak ada orang melintas membuat korban sempat tidur terlentak agar terlindas roda kereta api.

“Iya, kalau malam sepi, jad wajar tidak tahu kalau ada yang mau bunuh diri menabrakkan tubuhnya ke roda kereta api,” ujar Suranto pengguna jalan yang melintas di situ.

Baca : Tragis, Sekuriti Tewas Tertabrak Kereta Api

Ia dan warga lain berharap, lampu penerangan dipasang di lokasi tersebut. Selain menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Adanya lampu penerangan ini bisa menghindari kegiatan lain semacam tindak kriminal dan lain-lain.


‘Saya semoga diberi lampu penerangan agar siapa saja yang ada di bahwa kolong overpass terlihat,” kata Ryan pengguna jalan lainnya.
Seperti diketahui Kamis (30/1) sekitar pukul 19.00 WIB, KA Lodaya jurusan Solo-Bandung melindas tubuh warga Juwangi.

mozaik-manahan
Mozaik: Pengguna jalan tengah melintas di bawah overpass Manahan, Solo, Selasa (25/6). DPUPR berencana mengajukan anggaran di APBD Perubahan unt(suaramerdekasolo.com/Ari Purnomo)


Saat tiba di lokasi asisten masinis melihat sesosok orang yang terlentang di tengah rel. Masinis yang menyalakan klakson berkali-kali tidak didengar korban hingga tubuhnya terlindas roda kereta.
“Korban tewas di lokasi dengan beberapa bagian tubuh terpisah,” kata Hendrawan, petugas Polsuska. (Budi Santoso)

Baca : Dua Warga Klaten Meninggal Berturut-Turut, Satu Ditabrak KA

Editor : Sri Hartanto

Tinggalkan Pesan