Prajurit Kodim Sragen Dibekali Materi Antisipasi Corona

0
kodim-sragen-sosialisasi-virus-corona
WASPADA VIRUS KORONA: Para prajurit Kodim 0725/Sragen menyimak penjelasan tentang antisipasi bahaya Virus Korona, yang digelar di aula Makodim pada Senin (3/2).(suaramerdekasolo.com/dok)

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Kodim 0725/Sragen menggelar kegiatan “Penyuluhan Kewaspadaan dan Pencegahan Penyakit Pneumonia Virus Corona” pada Senin (3/2). Kegiatan bertempat di aula Makodim 0725/Sragen dan dilaksanakan seusai apel serta diikuti ratusan prajurit dan para Aparatur Sipil Negara (ASN) jajaran Kodim. Penyuluhan menghadirkan Letda Ckm drg Willy Prayudisti dari klinik Pratama 25 Sragen sebagai pemateri.

Willy mengatakan bahwa Virus 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) yang lebih dikenal dengan nama virus Korona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus Korona adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu.

“Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS),” paparnya. Gejala virus Korona diantaranya menyebabkan penderita mengalami gejala flu, seperti hidung berair dan meler, sakit kepala, batuk, nyeri tenggorokan, dan demam, atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat.

Seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.

“Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Korona, yaitu demam, batuk, sesak napas. Menurut penelitian, gejala infeksi virus Korona muncul dalam dua hari-dua minggu setelah paparan virus Korona,” tandasnya. Dokter Willy juga menjelaskan seseorang dapat terinfeksi coronavirus melalui berbagai cara.

kodim-sragen-sosialisasi-virus-corona2

Yaitu tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita virus Korona,memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu, setelah menyentuh benda yang terkena air liur penderita. Kontak jarak dekat dengan penderita, seperti bersentuhan atau berjabat tangan.

“Virus Korona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi lebih berisiko menyerang orang tua, serta orang yang sedang sakit atau memiliki kekebalan tubuh lemah,”. Guna memastikan diagnosis virus Korona, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan.

Seperti uji sampel darah, tes usap tenggorokan untuk meneliti sampel dahak. Juga rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru. Sampai saat ini, memang belum ada vaksin untuk mencegah virus Korona. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Terutama bila beraktivitas di tempat umum, rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol setelah beraktivitas di luar ruangan dan hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar.

Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya, pastikan Anda memasak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi. Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah. Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan. Hindari berdekatan dengan seseorang yang sedang sakit. Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.

Kasdim 0725/Sragen, Mayor Inf Wijiono mengatakan sengaja mengundang dokter dari klinik kesehatan untuk memberikan bekal pengetahuan kepada para prajurit Kodim, khususnya tentang virus Korona.

“Kami sengaja mendatangkan ahli kesehatan dari Klinik Pratama 25 Sragen untuk memberikan pengetahuan kepada prajurit tentang virus Corona meliputi cara mendeteksi, mencegah, mengobati dan cara penularan,” Kata Kasdim.

Dengan kegiatan tersebut, para prajurit bisa menyerap pengetahuan dan memiliki pemahaman tentang virus Korona untuk di bagikan kepada keluarga, tetangga dan warga binaanya terutama para Babinsa yang bertugas di desa-desa. (Basuni Hariwoto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan