Wonogiri Hujan Lebat : Pagar SMP 2 Jatiroto Roboh, Sebuah Rumah di Manyaran Tertimpa Longsor

longsor-wonogiri
MEMPERBAIKI RUMAH : Warga dan petugas memperbaiki rumah milik Pandi warga Dusun Lemah Mendak RT1 RW14 Desa Kepuhsari, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Minggu (2/2). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.comHujan lebat yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Wonogiri pada Minggu sore (2/2) mengakibatkan beberapa kerusakan. Sebidang pagar tembok SMP 2 Jatiroto di Desa Jatirejo, Kecamatan Jatiroto roboh. Di tempat lain, sebuah rumah milik Pandi warga Dusun Lemah Mendak RT1 RW14 Desa Kepuhsari, Kecamatan Manyaran rusak tertimpa longsor.

Kepala pelaksana harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Bambang Haryanto mengungkapkan, peristiwa pagar roboh di SMP 2 Jatiroto berlangsung sekitar pukul 12.00. “Pagar SMP 2 Jatiroto sepanjang 18 meter dengan tinggi sekitar tiga meter roboh,” katanya, Senin (3/2).

Baca : Sambut Musim Hujan, BPBD Wonogiri Siapkan Ribuan Bibit Untuk Penghijauan

Pagar tersebut roboh ke arah jalan di luar sekolah. Tidak ada korban jiwa maupun luka. Namun, kerugian material diperkirakan sekitar Rp 50 juta.

Di tempat lain, sebidang talut Dusun Lemah Mendak RT1 RW14 Desa Kepuhsari, Kecamatan Manyaran ambrol pada Minggu (2/2) sekitar pukul 19.15. Talut rumah Warino itu longsor sehingga menimpa sebidang dinding rumah milik Pandi yang berada di bawahnya.

Talut sepanjang 30 meter dengan tinggi sekitar tujuh meter itu ambrol setelah diguyur hujan lebat. “Longsoran menimpa dinding rumah milik Pandi yang berada di bawahnya,” ujarnya.

Baca : Siapkan Jas Hujan dan Payung, Solo Raya Mulai Turun Hujan

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah itu. Namun, kerugian material yang diderita ditaksir sekitar Rp 80 juta. BPBD Wonogiri telah mengirimkan bantuan berupa logistik untuk korban terdampak dan kegiatan pemulihan.

Menurut informasi yang dihimpun, talut longsor karena tanah labil terdorong oleh volume air yang besar. Hingga tengah malam, beberapa bidang tanah di sekitarnya masih bergerak. Keluarga Pandi kemudian mengamankan diri sementara di rumah kerabat dekatnya. (Khalid Yogi)

Baca : Musim Hujan di Wonogiri Terjeda, Ini Penyebabnya

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan