Dampak Wabah Virus Korona Impor Bawang Disetop, Harga Langsung Melonjak

0
buah-asal-tiongkok
BUAH IMPOR Seorang pedagang di Pasar Legi Solo, Rabu (29/1), sedang memilah-milah bawang putih yang diimpor dari Tiongkok. (suaramerdekasolo.com/Vladimir Langgeng)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Harga bawang putih impor di sejumlah pasar tradisional di Kota Solo, seperti Pasar Legi, Pasar Gede, dan Pasar Nusukan menunjukan kenaikan tajam. Itu terjadi lantaran impor bawang putih dari Tiongkok disetop, menyusul meluasnya wabah virus korona di negeri tirai bambu tersebut.

Dari  catatan di Pasar Gede, harga bawang putih jenis kating senilai Rp 60.000 per kg, di Pasar Nusukan Rp 50.000 per kg, dan di Pasar Legi senilai Rp 48.000 untuk harga kulakan. Padahal beberapa hari sebelumnya, harga eceran bawang putih impor di Pasar Legi hanya Rp 30.000 per kg untuk jenis kating dan Rp 26.000 per kg untuk bawang putih sinco.

Baca : Wabah Virus Corona Masuk Status ‘Darurat Kesehatan Global’

Selain mahal harganya dari distributor, pasokannya pun berkurang. Sehingga pedagang di pasar tradisional tidak bisa melayani secara optimal permintaan para pembeli.

“Biasanya, tiap hari saya mendapat jatah bawang putih 160 hingga 150 kwintal, tapi sejak tiga hari lalu dikurangi menjadi 120 hingga 100 kwintal,” kata Suwarni, salah seorang pedagang eceran di Pasar Legi, Selasa (4/2).

Sementara itu dalam paparan di kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta sehari sebelumnya, bawang putih menjadi penyumbang inflasi tertinggi di Kota Bengawan, seiring adanya peningkatan harga yang terjadi beberapa hari terakhir.

Baca : Upaya Bunuh Diri Warga Juwangi di Bawah Overpass Manahan Tak Tercium Warga

Menurut, Kepala BPS Kota Surakarta Totok Tavirijanto, bawang putih menyumbang inflasi 0,08 persen, dari inflasi 0,14 persen yang terjadi di Solo.
Menurut Totok, kenaikan harga bawang putih tidak lepas dari masih bergantungnya kebutuhan dalam negeri komoditas pertanian itu dari negara tetangga.

Dikatakan, sekitar 90 persen pasokan bawang putih Indonesia impor dari Tiongkok.

“Di sisi lain di China sedang mewabah virus Corona. Jadi stok bawang putih menipis karena ada pembatasan impor,” katanya. (Vladimir Langgeng)

Baca : Airbus 330-300CEO Registrasi PK-LDY Batik Air “Misi Kemanusiaan” Telah Menjalani Proses Sterilisasi

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan