Reni, Terus Bergelut Dengan Taekwondo

Reni-Dwi-Puji-Astuti
BANTUAN PENGOBATAN : Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Unisri Surakarta Dr Sutoyo menyerahkan bantuan pengobatan dan asuransi bagi atlet taekwondo, Reni Dwi Puji Astuti, yang mengalami cedera saat bertanding.

RENI Dwi Puji Astuti (20) tetap akan bergelut di cabang olah raga Taekwondo, meski kakinya cidera. Kini, dia masih menunggu proses pemulihan, setelah cidera saat bertanding dalam ajang Instiper Taekwondo Championship 2 Yogyakarta, baru-baru ini.

Kendati medali emas melayang dan Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta harus puas di peringkat dua dengan raihan 5 medali emas dan enam medali perunggu, namun mahasiswa semester satu Fakultas Ekonomi itu tidak patah arang.

Sambil menunggu proses penyembuhan kakinya yang cedera, Reni masih kober membantu melatih para juniornya di padepokan yang tak jauh dari rumahnya, meski hanya memberi hanya memberi instruksi sambil duduk di kursi.

Bahkan dia masih berharap cepat sembuh dan segera bisa bergabung dan berlatih dengan para atlet taekwondo Kabupaten Karanganyar lainnya yang kini akan menjalani pemusatan latihan sebagai persiapan pekan olah raga provinsi (Porprov) mendatang.

Pemegang medali emas pada UNS Championship 2017 dan 2019 itu masih tercatat di tim inti Karanganyar. “Saya masih tetap akan terus di taekwondo,” kata dia.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Dr Sutoyo mengatakan, Reni Dwi Puji Astuti adalah salah satu atlet berpotensi di Unisri. Selain giat berlatih, dia juga sering dikirim pihak universitas ke berbagai kejuaraan. Makanya, ketika mengetahui dia cedera, universitas terus memberi pendampingan dan suport.

“Unisri punya komitmen yang kuat dalam perlindungan terhadap atlet khususnya yang bertanding dan berjuang untuk mewujudkan prestasi,” kata Sutoyo usai menyerahkan bantuan pengobatan dan asuransi kepada Reni.(Vladimir Langgeng)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan