Inilah Resep Agar Tidak Tertular Virus Corona

0
pencegahan-virus-corona
PASIEN CORONA : Tim medis melarikan pasien ke IGD saat simulasi penanganan penyakit virus corona di RSUD Soediran Mangun Sumarso (SMS) Kabupaten Wonogiri, Kamis (6/2). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Wabah virus corona merupakan masalah dunia dan kini bergulir menjadi isu nasional di Indonesia. Oleh karenanya, Pemkab wonogiri bersama berbagai elemen dan instansi lainnya menggelar simulasi menghadapi infeksi virus corona, Kamis (6/2). Mereka juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wonogiri Adhi Dharma menerangkan, gejala infeksi virus corona atau 2019-nCOV itu mirip dengan gejala influenza.

Baca : Airbus 330-300CEO Registrasi PK-LDY Batik Air “Misi Kemanusiaan” Telah Menjalani Proses Sterilisasi

“Gejalanya batuk, sakit tenggorokan, panas demam, hampir sama dengan gejala influenza. Tetapi diperkuat dengan adanya riwayat bepergian ke luar negeri dan pernah kontak dengan pasien atau tim medis yang menangani penyakit corona,” terangnya saat menggelar simulasi menghadapi infeksi coronavirus di RSUD Soediran Mangun Sumarso (SMS) Wonogiri, Kamis (6/2).

Masyarakat bisa ikut mencegah penyebaran virus corona dengan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat. “Kunci utamanya menjaga daya tahan tubuh dengan asupan makanan bergizi, berolah raga, dan cuci tangan pakai sabun setiap melakukan aktivitas. Jangan bepergian ke luar negeri dulu, terutama ke negara-negara yang ada virus corona,” pesannya.

Direktur RSUD SMS Wonogiri, Setyarini mengatakan, simulasi dilakukan untuk menjaga agar seluruh elemn selalu dalam kondisi siaga menghadapi segala bentuk ancaman penyakit. “Dulu pernah siaga penyakit SARS dan MERS, sekarang corona. harus mempersiapkan diri dengan baik,” ujarnya.

Simulasi tersebut dilakukan dengan skenario ada empat pasien yang suspect (diduga) terjangkit virus corona. Dua orang dirujuk dari Puskesmas Wonogiri 1 dan 2, satu orang dirujuk dari rumah sakit PKU Muhammadiyah Selogiri, dan satu orang warga yang merasakan gejala penyakit tersebut.

Baca : Mau Dapat uang Plus Penghargaan, Ikuti Sayembara ini

Mereka kemudian dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD SMS Wonogiri. Setelah diobservasi dan ditangani, pasien lalu dirujuk ke RSUD Dr Moewardi Surakarta. Seluruh tim medis yang menangani pasien mengenakan pakaian pelindung lengkap dengan kacamata dan masker pelindung.

“Yang menjadi rumah sakit rujukan adalah RSUD Moewardi. Meskipun kami (RSUD Wonogiri) bukan rumah sakit rujukan, tetapi tetap harus siap kalau ada wabah,” terangnya.

Melalui simulasi tersebut, pihaknya bisa melihat kekurangan-kekurangan yang perlu diperbaiki, sehingga bisa benar-benar siap jika menghadapi kasus penyakit virus corona. (Khalid Yogi)

Baca : Menolak Dipanggil Suhu

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan