Anggota Komisi II DPR RI Prihatin, Nilai TWK Peserta CKD CPNS Banyak yang Rendah

0
sosialisadi-empat-pilar-pancasila
EMPAT PILAR : Anggota MPR RI Paryono menyampaikan materi Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada masyarakat di Balai Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, Jumat (7/2) sore. (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Anggota Komisi II DPR RI Paryono menyoroti cukup banyaknya peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2020 yang mendapatkan nilai rendah untuk materi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Menurutnya, hal itu ironis. Sebab mereka mengikuti seleksi untuk menjadi abdi negara, yang dituntut memiliki wawasan kebangsaan kuat.

“Ini kami ketahui, saat Komisi II mengunjungi beberapa daerah, memantau pelaksanaan SKD CPNS. Memprihatinkan, karena banyak peserta SKD yang mendapatkan nilai rendah untuk TWK,” katanya, ditemui di sela acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Balai Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, Jumat (7/2) sore.

Lebih memprihatinkan lagi, karena hal itu dialami generasi milenial. “Peserta tes kan mayoritas di bawah usia 35 tahun. Generasi milenial. Artinya, bisa disimpulkan, banyak kaum muda yang tidak memahami bangsanya sendiri,” tuturnya.

Menurutnya, hal itu harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah maupun masyarakat. Pemerintah harus memiliki program riil, dalam upaya membangun karakter berbangsa dan bernegara, agar masyarakat memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.

“Tidak perlu saling menyalahkan, kenapa ini bisa terjadi. Yang penting, sekarang dicari solusinya. Agar seluruh lapisan masyarakat paham, pentingnya wawasan kebangsaan dalam upaya menjaga keutuhan bangsa dan negara,” tandasnya.

Mengenai kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, menurut pria yang juga anggota MPR RI ini, adalah salah satu upaya dalam memahamkan pentingnya Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika kepada masyarakat.

“Ini upaya membangun wawasan kebangsaan masyarakat. Jika wawasan kebangsaan kuat, masyarakat bisa membentengi diri dari pengaruh paham radikal yang ingin mengganti Pancasila sebagai ideologi bangsa. Benteng dari hal-hal yang akan merusak keutuhan NKRI,” ujarnya.

Menurutnya, empat pilar kebangsaan harus terus didengungkan di semua lapisan masyarakat.

“Kalau masyarakat kuat dalam menjaga Pancasila, menjaga NKRI, menjaga UUD 1945 dan kebhinekaan dalam kehidupan, pasti tidak akan terpengaruh paham-paham radikal,” tandasnya. (Irfan Salafudin) 

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan