Ida Hartono: Aspirasi Millenial Perlu Didengar

ida-hartono-jumpa-milenial
JUMPA MILENIAL : Calon Bupati Klaten Ida Hartono SE bercengkrama dengan kaum melinial dan penyanyi cilik Arda para pertemuan di Empon-empon Klaten, Sabtu (8/2) malam.(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Kaum millenial yang hidup di jaman digital menjadi potensi sumber daya manusia yang penting dalam pembangunan di Kabupaten Klaten. Generasi yang melek teknologi dan mempunyai pengetahuan luas perlu didengarkan suara dan aspirasinya.

‘’Kami duduk bareng dengan anak-anak millenial untuk mendengarkan suara mereka, harapan-harapan mereka bagaimana pembangunan Klaten di berbagai bidang ke depan perlu didengar,’’ kata Ida Hartono SE, Direktur Kiat Motor saat bercengkrama dengan anak-anak millenial di Cafe Empon-empon Klaten, Sabtu (8/2) malam.

Ida kini menjadi bakal calon bupati Klaten periode 2020-2024 yang mendaftar lewat DPD PDIP Jawa Tengah. Dia sedang bersaing dengan beberapa calon lain untuk mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP.

Sebagai kaum muda dia lebih cepat membaur dengan anak-anak millenial.
Generasi millenial menjadi harapan masa depan di Kabupaten Klaten, mereka perlu mendapatkan dukungan dari pemimpin Klaten agar bakat dan minat mereka mendapatkan tempat untuk berkembang.

Dengan demikian, mereka akan menjadi generasi yang berprestasi dan bisa membawa Klaten menjadi lebih baik.

ida-hartono-jumpa-milenial2

‘’Generasi muda perlu mendapatkan dukungan dalam mengembangan bakat, kemampuan, ketrampilan dan prestasi di berbagai bidang. Kita harus tahu apa yang mereka harapkan, kesulitan apa saja yang dihadapi. Saya ingin mendengarkan langsung dari mereka,’’ ujar Ida Hartono yang juga putra inisiator mobil Esemka, Sukiyat.

Awalnya, putra sulung Sukiyat yang dikenal dekat dengan Presiden Joko Widodo itu mendaftar lewat DPC PDIP Klaten, namun namanya tidak ikut diajukan untuk mendapatkan rekomendasi ke DPP PDIP. Saat DPD PDIP Jawa Tengah membuka pendaftaran, Ida pun memanfaatkan kesempatan tersebut.

Dalam kesempatan itu, hadir penyanyi cilik Arda Krisna Pratama (12), bocah penyandang low vision warga Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk, Klaten yang berduet dengan The Lord of Broken Heart Didi Kempot. Arda ditemani sang ayah Kristianto menyumbangkan suara merdunya, bahkan sempat berduet dengan Ida Hartono.

‘’Suara Dek Arda bagus, pantas saja diajak duet Mas Didi Kempot. Mudah-mudahan ke depan semakin berkembang dan sukses,’’ kata Ida sambil mengelus Arda. Arda mengaku senang mendapatkan kesempatan bernyanyi di acara tersebut.(Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan