Kambing Terbunuh di Ngambarsari Wonogiri Bertambah, Ada Bekas Gigitan dan Cabikan di Leher

0
kambing-terbunuh-wonogiri
MEMERIKSA KAMBING : Para petugas memeriksa ternak kambing yang terluka di Desa Ngambarsari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri, Senin (10/2). (suaramerdekasolo.com/Dok)

WONOGIRI,suaramerdeksolo.com – Ternak kambing yang terbunuh di Desa Ngambarsari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri bertambah, Senin (10/2). Pada Jumat-Minggu (7-9/2) lalu ada sekitar 28 kambing yang mati dengan kondisi mengenaskan. Hari Senin (10/2), jumlahnya bertambah lima ekor dengan kondisi yang sama.

Kepala Desa Ngambarsari Fitri Hanani mengungkapkan, warga kembali menemukan ternak kambing yang mati. “Semalam (Minggu malam) ada korban lagi. Dua ekor kambingnya Mbah Dinah warga Sempu RT2. Kondisinya seperti korban lain, diedel-edel (dikoyak-koyak),” katanya, Senin (10/2).

Selain itu, tiga kambing milik Mbah Bejo desa tersebut juga ditemukan mati dengan kondisi yang sama. Dengan demikian, sekarang ada sekitar 33 ekor kambing yang menjadi korban serangan misterius.

Kambing-kambing tersebut mengalami luka bekas gigitan dan cabikan di bagian leher. Bangkai kambing ditinggalkan begitu saja di kandangnya.

Sebagian warga menduga kejadian itu disebabkan oleh serangan hewan buas. Pasalnya, mereka menemukan jejak yang menyerupai jejak macan atau anjing liar. Warga sudah menggiatkan ronda dan patroli untuk mengantisipasi.

Terpisah, Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing melalui Kasubbag Humas Iptu Suwondo menuturkan, pemeriksaan terhadap kambing telah dilaksanakan bersama petugas Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Solo dan petugas Kesehatan Hewan Distrik Batuwarno.

Petugas menduga kematian ternak disebabkan serangan anjing hutan. Hal itu terindikasi dari jarak bekas gigitan sekitar dua sentimeter. “Gigitan tersebut disimpulkan sebagai gigitan anjing,” terangnya.

Adapun jumlah kambing yang menjadi korban selama tiga hari lalu sebanyak 28 ekor, empat di antaranya masih hidup. Petugas BKSDA Solo dan dokter hewan menyatakan, kambing yang mati tidak boleh dikonsumsi dan harus dikubur.

Sebelumnya diberitakan, puluhan kambing di Desa Ngambarsari ditemukan mati secara misterius. Ternak-ternak tersebut mati terbunuh dengan sejumlah luka di tubuh.

Kematian puluhan ternak kambing itu terjadi sejak Jumat malam (7/2). “Malam sabtu (Jumat malam) ada sembilan (kambing yang mati), malam Minggu ada 15, dan Minggu siang ada empat (kambing yang mati),” kata Fitri Hanani, Minggu (9/2). (Khalif Yogi)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan