Dapat Perlakuan Tak Mengenakan dari Oknum Panitera PN Surakarta, Pengurus LBH Mega Bintang Layangkan Surat ke KY

yayasan-mega-bintang
PERNYATAAN : Pengurus Yayasan Mega Bintang memberikan pernyataan pers terkait peristiwa tidak mengenakan yayasan tersebut saat bertamu ke PN Surakarta belum lama ini. (suaramerdekasolo.com/Budi Santoso)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Pengurus Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mega Bintang Surakarta mengadukan oknum panitera Pengadilan Negeri (PN) Surakarta ke Komisi Yuduisial (KY) karena tindakan tidak sopan dan mengenakan saat menjamu tamu.

Laporan LBH Mega Bintang Surakarta ke KY dilayangkan dengan tembusan kepada Mahkamah Agung, Kemenkumham, Komisi III DPR RI, Pengadilan Tinggi Jateng, dan Muspida Surakarta.

Hal itu ditegaskan, Ketua Dewan Pembina Yayasan Mega Bintang, Mudrick Setiawan Sangidu kepada wartawan saat ditemui di kantor LBH Mega Bintang Kartopuran, Serengan, Solo, Selasa (11/2).

Mudrick yang saat itu disampingi Direktur LBH Mega Bintang Prijanto, Paralegal Tresno Subagyo mengungkapkan, bentuk protes dengan melayangkan surat ke KY itu menjadi bagian lembaganya, agar lembaga penegak hukum yang ada di NKRI ini tetap ramah kepada siapa saja, baik rakyat kecil maupun lembaga hukum yang dibinanya.

“Kami hanya ingin penegak hukum sopan dan ramah terhadap masyarakat, khususnya rakyat kecil. kedatangan kami sebagai lembaga bantuan hukum sebenarnya hanya ingin bersilaurhami dan memperkenalkan LBH kami, tapi kok penerimaan kami serasa disepelekan begitu,” keluhnya.

Mudrick yang juga dikenal sebagai tokoh masyarakat ini menuturkan, kronologi LBH nya sampai mengirimkan surat ke KY ini karena ada peristiwa tidak mengenakan saat bertamu di PN Surakarta.

“Perlu diketahu, Yayasan Mega Bintang ada tiga divisi, yakni LBH, Sosial dan ormas. Kita berkirim surat ke aparat penegak hukum, kepolisan, pengadilan, kejaksaan, lembaga pemasyarakatan. Inti surat itu adalah silaturhami, audiensi dan memperkenalkan LBH Mega Bintang karena kami berdiri sejak 2004. Kami membantu orang miskin dalam lembaga bantuan hukum.

Akhirnya kami memilih hari Jumat (7/2/2020) lalu dengan pertimbangan karena tidak ada sidang. Tetapi saat tiba di PN, kami diarahkan ke ruang tamu. Nah di sana ketemu si panitera ini. Yang tidak mengenakan kami tidak sempat duduk dan di tanya, acaranya penting atau tidak. Ini kan yang tidak mengenakan, dan kami pulang,” beber tokoh masyarakat Solo itu.
Sementara itu, Prijanto pernyataan dari oknum Panitera PN Surakarta ini memang tidak etis.

“Bagaimana dengan warga yang lain, bisa jadi mereka mendapatkan perlakuan yang sama. Sebenarnya kalau toh kami diterima dengan baik dan diberitahukan bahwa Ketua PN Solo sedang tidak ada ditempat, kami akan menerimanya tanpa masalah. Namun permasalahannya sikap Panitera itu sangat menyepelekan kami. Padahal dia kan tugasnya mengabdi ke masyarakat,” ujarnya.

Ia tidak mengetahui apakah surat yang disampaikan ke YK ini akan berimplikasi ke oknum panitera atau lembaganya.
“Apakah akan ada teguran bahkan sanksi, kami tidak mengetahuinya, tapi yang jelas surat protes ini kami layangkan memang begitu,” ungkap Prijanto. (Budi Santoso)

Editor : Sri Hartanto

Tinggalkan Pesan