Korban Pembobolan Kartu Kredit Melapor ke Polda Jateng

pembobolan-kartu-kredit
BEBERKAN KASUS- Kuasa hukum LHJ, Kusuma Putra SH MH (tengah) memperlihatkan surat laporannya ke Ditreskrimsus Polda Jateng dalam kasus dugaan pembobolan kartu kredit yang mencapai Rp 134 juta, Senin (10/2) malam. (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdekasolo.com – Kasus pembobolan kartu kredit yang menimpa warga Gajahan, Colomadu, Karanganyar berinisial LHJ (58) bak seperti gunung es. Sebab diyakini cukup banyak yang menjadi korban, meski nilainya variatif.

Mungkin saja LHJ yang kartu kredit dibobol hingga Rp 134 juta yang berani melapor ke institusi penegak hukum. Didampingi kuasa hukumnya, Kusuma Putra SH MH, LHJ melaporkan kasus yang dialami ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng, Senin (10/2) dengan nomor laporan STPA/63/II/2020/Reskrimsus.

Baca : Kartu Kredit Customer Bank Diduga Dibobol Hackers, Kerugian Capai Rp 134 Juta

Laporan ditempuh agar kasus tersebut dapat diungkap petugas dari jajaran Ditreskrimsus Polda Jateng. ”Kami ingin kasus ini dapat dibongkar siapa pelaku pembobolan kartu kredit milik klien saya,” tegas Kusuma Putra, pengacara yang tergabung di Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Surakarta, Senin (10/2) malam, usai mendampingi LHJ laporan ke Polda Jateng.

Penelusuran kasus ini, lanjut dia, dapat dilacak dari pembelian sejumlah barang di sejumlah toko online dan kemana barang dikirim dan siapa pengirim dan penerima. ”Hal itu menjadi pintu masuk untuk mengungkap pelakunya,” tandas Kusuma.  
Langkah hukum tersebut ditempuh, lanjutnya, sebagai keseriusan kliennya memang tidak menggunakan empat kartu kredit Bank BNI dan kartu kredit Bank BCA miliknya sejak enam bulan lalu.

”Bukti laporan dari Ditreskrimsus Polda Jateng, akan kami teruskan ke pihak bank agar kliennya tidak menerima tagihan dari bank baik secara internal dan eksternal. Disamping itu, kami juga berharap klien kami tidak terkena pemblokiran atau Bank Indonesia (BI) cecking,” tandasnya.

Baca : Bank Mandiri Gandeng 3 Satker Pemkot Surakarta

Seperti diberitakan sebelumnya, LHJ, seorang pengusaha yang tinggal di Gajahan, Colomadu, Karanganyar terkejut setelah menerima tagihan kartu kredit sebesar Rp 134 juta pada Januari 2020. Padahal, selama enam bulan, LHJ tidak menggunakan kartu kreditnya untuk pembelian berbagai barang melalui beberapa toko online.

Kasus tersebut, bermula saat LHJ menerima tagihan melalui pesan email mencapai Rp 134 juta dari empat kartu kredit miliknya yakni Bank BNI, BNI Visa, BNI Garuda dan bank BCA. Begitu ada tagihan tersebut, LHJ berupa mempertanyakan hal itu kepada Bank BCA di Jalan Slamet Riyadi maupun menyampaikan pengaduannya kepada Bank BNI.

”Jawaban dari pihak bank, klien kami diminta untuk menunggu untuk dilakukan investigasi,” tegas Kusuma.

Empat kartu kredit LHJ baik Bank BNI, BNI Visa, BNI Garuda dan bank BCA yang berisi uang ratusan juta rupiah, dibobol orang lain dalam kurun waktu dua hari yakni tanggal 16 Januari dan 19 Januari 2020.

Pada tanggal 16 Januari di malam hari, tiga kartu kredit milik LHJ dengan tiga nomor belakang yang berbeda-beda bisa dibobol hingga 24 transaksi dengan kerugian Rp 120,2 juta. Sedang pembobolan kartu kredit milik LHJ kembali terjadi pada tanggal 19 Januari dalam satu transaksi dengan kerugian Rp 13,9 juta. (Sri Hartanto)

Baca : Jadi Perseroda, PT BPR BKK Karangmalang Fokus Bisnis

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan