Selamat Ulang Tahun Ke-70, Suara Merdeka

hut-sm-2020

SOLO,suaramerdekasolo.com – Sejumlah kolega Suara Merdeka, seperti Harris dan Pop Hotel, The Sunan Hotel, Lorin dan Syariah Hotel, Pose In Hotel, Swiss Bel Inn, The Royal Surakarta Heritage, Novotel, dan Ibis Hotel, serta The Park Mall Solobaru, datang ke kantor biro.

Mereka menyampaikan selamat ulang tahun pada Harian Suara Merdeka yang genap berusia 70 tahun, Selasa (11/2). Selain mambawakan kue ulang tahun, beberapa diantara mereka juga mengirim karangan bunga ucapan selamat.
“Usia 70 tahun adalah usia matang. Selamat bagi Suara Merdeka yang masih tetap eksis hingga kini,” kata Danny Johannes, Business and Marketing Director The Park Mall Solobaru.

Selain ucapan selamat dan berbagai bentuk kerja sama, di kesempatan itu juga ada diskusi kecil serta gagasan menarik terkait tantangan dan peluang bisnis perhotelan dan pariwisata di kota bengawan. Di samping itu, muncul juga keluah dari pengelola hotel yang berada di Jalan Selamet Riyadi, tepatnya di Purwosari, terkait pembangunan flay over di kawasan itu.

Baca : SGS Momentum Gairahkan Pasar Tradisional

Tidak lupa, kinerja hotel selama setahun serta proyeksi, target, dan agenda hotel 2020 juga diungkap. Di situ, semua mengatakan bahwa okupansi kamar hotel di awal tahun ini cukup baik, bahkan lebih baik dari tahun lalu dan rata-rata melebihi city occupancy. “Di Januari tahun ini okupansi kita lebih bagus dari tahun lalu,” kata Asistant Public Relation Manager The Sunan Hotel Kartika Ratna.

General Manager Harris – Pop Hotel Solo Erwin James mengatakan, jika ingin menarik banyak tamu, pengelola hotel di Solo tidak cukup hanya menjual hotelnya saja. Mereka juga harus menawarkan berbagai potensi yang ada di Solo dan sekitar. Seperti  kuliner, destinasi dan atraksi wisata, MICE, serta potensi lainnya. Dengan banyaknya wisatawan berkunjung di Solo dan menggelar kegiatan MICE di Solo, maka dengan sendirinya hotel akan ramai.

“Nah, dengan model seperti ini, pihak hotel harus bekerja sama, harus bersinergi dengan pemangku kepentingan lainnya, seperti pemerintah kabupaten/kota, biro wisata, PHRI, maskapai, dan lainnya,” kata Erwin.

Hal senada dikatakan General Manager Pose In Hotel Solo, Chandra Saputra. guna menarik wisatawan sebanyak mungkin, Pemerintah kota/kabupaten di Solo dan sekitar perlu banyak menciptakan destinasi wisata dan atraksi wisata. Dukungan regulasi dan fasilitasi dari pemerintah daerah juga dibutuhkan untuk memudahkan pelaku bisnis wisata bergerak untuk mendatangkan banyak wisatawan.(Vladimir Langgeng)

Baca : Peringatan HPN 2020, Pers Terus Perangi Penyebaran Berita Hoax

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan