Difabel Diharap Siaga dan Tanggap Bencana

disabilitas-tanggap-bencana
JAMBORE : Ratusan relawan dan disabilitas menghadiri Jambore Unit Layanan Disabilitas se-Jateng DIY di Prambanan, Klaten, Kamis (13/2).(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

*Jambore Unit Layanan Disabilitas Jateng-DIY

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Sebanyak 350 peserta dari kalangan relawan dan disabilitas dari Jawa Tengah dan DIY ambil bagian dalam Jambore Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD PB) di Prambanan, Klaten, Kamis (13/2).

BPBD Klaten yang telah lebih dulu membentuk ULD dan melakukan berbagai pelatihan menjadi percontohan bagi daerah lain. Hal itu mendapatkan apresiasi dari Kepala Pelaksana BPBD Jawa Tengah Sudaryono.

‘’Pembentukan ULD di Kabupaten Klaten yang sudah lebih dulu dilakukan, diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain. Meski bencana tidak pernah diharapkan, namun bila bisa sewaktu-waktu terjadi bencana, semua bisa selamat,’’ kata Sudaryono.

Klaten merupakan salah satu dari 9 kabupaten kota di Jateng yang sudah mempunyai Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana. Sedangkan di Indonesia, baru ada dua provinsi yakni Jawa Tengah dan Papua Barat.
Kaum disabilitas yang merupakan bagian dari masyarakat, sehingga harus ada keberpihakan pada mereka dalam program pembangunan. BPBD Jateng mendorong adanya fasilitator disabilitas untuk membantu terealisasinya program tersebut.

‘’Setiap orang berhak mendapatkan pelindungan sosial dan rasa aman. Salah satu hal yang potensial dikembangkan adalah model layanan inklusi disabilitas seperti Unit Layanan Disabilitas yang sudah ada di Klaten,’’ ujar dia.

Kabid Kesiapsiaan dan Pencegahan BPBD Klaten, Endang Hadiyati mengatakan, jambore ULD Jateng DOY dihadiri Sekda Klaten Jaka Sawaldi, staf ahli bupati dan asisten Sekda dan para pimpinan OPD, 26 camat, relawan dan tamu undangan.

‘’Selain ingin menjalin silaturahmi antar teman disabilitas, acara juga ingin mengenalkan risiko bencana bagi disabilitas. Jadi bila terjadi bencana, maka teman-teman disabilitas sudah siap dan bisa menyelamatkan diri sendiri,’’ tegas Endang.

Jambore Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana tahun 2020 dihadiri 350 peserta, 70 orang dari ULD Jateng-DIY, 64 dari SLB dan ULD Klaten, 50 dari kmunitas difabel dan relawan.

Kegiatan mengadu Peraturan Kepala Perka BNPB No 14/2014 tentang  Penanganan, Perlindungan dan Partisipasi Penyandang Disabilitas dalam Penanggulangan Bencana. Kegiatan untuk menyusun rekomendasi kebijakan perencanaan koordinasi penyandang disabilitas dalam penanganan bencana.

‘’Tujuan kegiatan untuk membentuk Unit Layanan Disabilitas yang tangguh dan mandiri dalam penanggulangan Bencana. Materi yang diberikan tentang PRB umum, pendampingan psiko sosial, peran ULD dalam pengurangan resiko bencana, pelatihan dapur umum untuk disabilitas, dan pengkajian kebutuhan pasca bencana,’’ ujar Endang.(Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan