Kementan Siapkan Rp 50 Triliun untuk KUR Petani

bantuan-mentan
SEJAHTERAKAN PETANI : Menteri Pertanian Syahril Yasin Limpo menyerahkan bantuan kepada petani saat berkunjung di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, Rabu (12/2) petang. (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com -Pemerintah menyalurkan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 4,82 miliar kepada 271 petani di Karanganyar.

Bantuan kredit dengan bunga 6 persen tersebut merupakan implementasi Gerakan Menyongsong Pertanian 4.0 untuk mewujudkan pertanian yang maju.

Secara simbolis, bantuan KUR hasil kolaborasi Kementerian Pertanian (Kementan) dengan Bank BNI tersebut diserahkan Menteri Pertanian (Mentan) Syahril Yasin Limpo di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, Rabu (12/2) petang.

Mentan juga menyalurkan polis asuransi pertanian untuk petani jagung, polis Asuransi Usaha Tanaman Pangan (AUTP) untuk lahan seluas 9.133 hektare senilai Rp 1,644 miliar, serta klaim AUTP sebesar Rp 1,319 miliar untuk lahan seluas 254,11 hektar.

Mentan mengatakan, KUR adalah upaya pemerintah dalam menyejahterakan petani, serta untuk membangun pertanian yang maju dan modern.

“Kementan sudah menyiapkan anggaran KUR sebesar Rp 50 triliun, yang tersebar di tiga bank. Yakni di BNI Rp 20 triliun, BRI Rp 10 triliun dan Bank Mandiri Rp 20 triliun,” katanya.

Dia berpesan agar petani bisa memanfaatkan KUR, dengan harapan pertanian yang diolahnya lebih maju dan bisa memberikan keuntungan lebih baik.

“Apalagi Presiden sudah meminta agar produksi pangan ditingkatkan, untuk mencukupi kebutuhan 267 juta jiwa rakyat Indonesia,” tandasnya.

Direktur Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Jaringan BNI Tambok P Setyawati menambahkan, Gerakan Menyongsong Pertanian 4.0 merupakan digitalisasi dan mekanisasi pertanian, untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani.

“Tahun ini, kami menargetkan penyaluran KUR secara nasional sebesar Rp 22 triliun. Untuk area Yogyakarta dan sekitarnya Rp 1,5 triliun, Semarang Rp 1,6 triliun dan Jateng secara keseluruhan Rp 3,1 triliun,” jelasnya.

Tak hanya salurkan kredit, BNI juga melakukan pendampingan pada petani agar hasil produksi meningkat dengan biaya lebih rendah.

“Kami juga berikan bantuan CSR berupa RITx Soil dan Weather Sensor yang digunakan untuk merekam kondisi lahan secara realtime dan memprediksi cuaca secara presisi. Sehingga petani dapat mengoptimalisasi produksi komoditasnya,” jelasnya.

Direktur Pembiayaan Pertanian Kementan Indah Megahwati menambahkan, teknologi sangat berperan dalam produksi pertanian 4.0. “Kementan selalu mendukung kegiatan dalam rangka menyongsong era pertanian 4.0. Sebab sangat bermanfaat bagi petani,” imbuhnya. (Irfan Salafudin)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan