Merapi Meletus, Warga Tetap Diminta Waspada

merapi-meletus2

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Meskipun letusan Gunung Merapi, Kamis (13/2) pukul 05.16 tak berdampak terhadap kegiatan warga di wilayah Kecamatan Selo, namun masyarakat diminta tetap waspada.

Warga juga diingatkan untuk tidak beraktivitas di kawasan 3 km dari puncak Merapi.

“Kami juga senantiasa koordinasi dengan jajaran terkait,” ujar Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Bambang Sinungharjo.

Pihaknya juga memastikan bahwa jalur evakuasi dalam kondisi layak. Dimana jalur evakuasi di setiap desa sudah beraspal. Bahkan, pemerintah juga mulai membangun jalur evakuasi di Dukuh Bangunsari, Desa Jrakah.

Baca : Terjadi Erupsi Merapi, Tinggi Letusan 2 KM Arah Barat Laut

Untuk lokasi evakuasi, Pemkab Boyolali menerapkan sistem sister village. Dimana untuk Desa Klakah, Kecamatan Selo menuju Desa Gantang, Magelang dan Desa Tlogolele menuju Mertoyudan, Magelang.

“Untuk 17 desa lainnya, evakuasi ke arah Boyolali.”  

Sementara itu, letusan Gunung Merapi menarik perhatian warga di kawasan lereng gunung tersebut. Seperti di Desa Sruni, Kecamatan Musuk, warga langsung keluar rumah untuk melihat kondisi aktivitas gunung tersebut. 

Namun demikian, kondisi itu tak mempengaruhi aktivitas warga di lereng Merapi sisi timur, di pagi hari. Saat itu sebagian warga tetap berangkat ke ladang atau kebunnya untuk menggarap lahan atau memetik bunga mawar untuk dijual ke pasar. 

Kondisi serupa terlihat di Dukuh Stabelan, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo. Suara gemuruh akibat letusan terdengar oleh warga di dukuh tertinggi di lereng Merapi itu selama 2 – 3 menit.

“Iya sempat terdengar suara gemuruh kurang lebih 2-3 menit. Jarak Dukuh Stabelan hanya 3,5 km dari puncak Merapi,” kata Kepala Dusun Stabelan, Desa Tlogolele, Maryanto.  

Meski Gunung Merapi meletus, lanjut dia, tidak sampai mengganggu kegiatan warga setempat. Warga yang mayoritas bekerja sebagai petani tetap beraktivitas pagi seperti biasanya yaitu pergi ke ladangnya. 

“Meski terjadi letusan freatik, sejauh ini wilayah sini juga tidak terjadi hujan abu.”  

Terpisah, Tri Mujiyanto, petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi di Jrakah, Kecamatan Selo menjelaskan, terdengar suara dentuman yang terdengar jelas saat terjadi letusan. Saat ini status Merapi masih pada level Waspada.“Kami juga menghimbau warga agar tetap waspada. Mengingat letusan ini sama dengan kejadian sebelumnya yaitu, kejadian letusan pada 21 Mei 2018 – 2019.” (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan