SD Muhammadiyah 1 Persiapkan Diri ke Lomba Sekolah Sehat Nasional

SD-Muhammadiyah-1-Surakarta
JUARA: Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Surakarta Sri Sayekti menerima piala sebagai pemenang Lomba Sekolah Sehat tingkat Jawa Tengah beberapa waktu lalu. SD tersebut mewakili Jateng ke tingkat Nasional.(suaramerdekasolo.com/dok)

SOLO,suaramerdekasolo.comMusala SD Muhammadiyah 1 Surakarta Kantungi Sertifikat Arah Kiblat terus mempersiapkan diri mengikuti lomba sekolah sehat tingkat Nasional. Sekolah tertua di Kota Solo tersebut berhasil melaju ke tingkat Nasional setelah sebelumnya menjadi juara 1 Sekolah Sehat tingkat Provinsi Jawa Tengah.

 “Kami terus mempersiapkan diri untuk maju ke lomba sekolah sehat tingkat nasional mewakili Jawa Tengah,” kata Kepala Sekolah Sri Sayekti.

Selain kesiapan sekolah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah mendukung penuh kesiapan SD tersebut untuk melaju ke tingkat nasional.Ketua  PMW Jateng H Tafsir menyebut untuk membangun peradaban, idealnya diawali dari tiga usaha yang meliputi memperkokoh iman dan taqwa, kuat di bidang IPTEK dan seni budaya.

  Menurutnya kampanye sekolah sehat salah satu di antara bagian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. “Selamat atas prestasi SD Muhammadiyah 1 Ketelan menjadi juara 1 sekolah sehat tingkat Provinsi Jawa Tengah dan kami beri dukungan penuh maju di tingkat nasional,” ujar Tafsir saat menerima silaturahim dan audiensi, di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah belum lama ini.

Baca : Cegah Stunting, Siswa SD Muhammadiyah 1 Surakarta Dikenalkan Isi Piringku

Hadir dalam audiensi tersebut, Tridjono (Ketua Dikasmen PDM Solo), Muchsin al Rasyid (Ketua Komite Sekolah), SW Winarsi (Ketua Lomba Sekolah), Waka Humas SD Jatmiko, Winursito, Nurtiningsih (Perawat UKS) dan Sriyanto.

 Menurut Tafsir, kebiasaan adalah sesuatu secara sengaja dilakukan berulang-ulang agar sesuatu dapat menjadi kebiasaan.Pembuatan pot dari serabut kelapa, menanam sayur, go green, dan menghindari sampah plastik menurutnya adalah salah satu upaya membangun kebiasaan baik di kalangan para siswa.

 Tafsir mengakui Muhammadiyah memberikan kesempatan kepada peserta didik di bidang seni, seperti halnya pengembangan di bidang seni dan budaya. Sekolah yang berlokasi di dekat Masjid Al Wustho Mangkunegaran itu memiliki kegiatan ekstrakurikuler karawitan dan memiliki empat siswa yang punya keahlian mendalang salah satunya dalang milenial Gibran Maheswara Java Setyawan.

Baca : Jadi SD Swasta Rujukan, Begini Kiat SD Muhammadiyah 1 Surakarta

Gibran pernah menampilkan Fragmen Kolosal ‘Sang Dasamuka’ di sela kegiatan Jateng Bermunajat yang digar di Simpang Lima Semarang, November silam.Sementara itu Kepala Sekolah Sri Sayekti berkesempatan membangun komunikasi dalam rangka persiapan lomba sekolah sehat dan koordinasi persiapan Audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Alhamdulillah tadi mendapatkan beberapa nasehat dari KH. Tafsir, semoga mendapatkan hasil maksimal dan optimal menjadi etalase destinasi pendidikan warga Solo, Jawa Tengah, Indonesia dan dunia internasional,” ujar Sayekti.

Baca : Rejeki Nomplok, Menabung di Bank SD Muhammadiyah 1 Surakarta Raih Hadiah Motor

Kembangkan Budaya Lokal

Pada bagian lain, Sayekti mengemukakan, jika sebagai sekolah pendidikan karakter berbasis TIK dan Budaya, SD yang dipimpinnya berusaha menjamin mutu kegiatan pembelajaran dengan menggunakan kurikulum nasional dan Internasional serta mengembangkan budaya lokal.

 “Kami menggunakan Kurikulum 2013 untuk mata pelajaran umum, Ismuba mata pelajaran ciri khusus dan kurikulim muatan lokal. Adapun untuk pembelajaran Bahasa Inggris digunakan Kurikulum  Internasional Cambrige,” katanya.Adapun untuk terus mengembangkan prestask dan mutu unggulan sekolah, pihaknya menerapkan tiga strategi Yang pertama, penelusuran bakat dan minat peserta didik sejak dini.

Baca : Gowes Syiar Untuk Muktamar Muhammadiyah Ke-48 Di Solo

Kedua, pembinaan yang profesional dengan cara belajar dan mengajar baru, tinggalkan kebiasaan lama, ikuti perubahan kekinian. Ketiga, kesempatan untuk tampil mengekspresikan diri dengan komitmen, loyalitas, dan dedikasi dengan manajemen yang terarah, terukur dan berkesinambungan yang memiliki ciri khusus dan keunggulan sebagai branding sekolah.

 “Misalnya sekolah sehat, sekolah adiwiyata, perpustakaan modern terakreditasi A, UKS Modern dilengkapi 1 set gigi, kantin sehat, dapur sehat, Badan Usaha Milik Sekolah (BUMS), radio pendidikan streaming “Radio Solo Belajar” berbagai laboratorium penunjang kegiatan sekolah dan lain sebagainya,” kata Sayekti.

SD tersebut juga mengembangkan model pembelajaran inovatif berbasis Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) dengan menggunakan e-learning. Diharapkan dengan kemampuan guru memanfaatkan TIK dalam pembelajaran siswa SD memiliki berbagai kelebihan di antaranya memecahkan permasalahan kompleks, kreatif, inovatif dan mandiri.(Evie Kusnindya)

Baca : SMP Muhammadiyah Program Khusus Surakarta Juara Umum Lookasi 2019

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan