Bau Menyengat Sudah Tercium Sejak Tiga hari, Ternyata Jazad Bayi

jazad-bayi-lalung-karanganyar
EVAKUASI : Petugas Polres Karanganyar mengevakuasi jasad bayi dalam kardus, sesaat setelah ditemukan di saluran air Lingkungan Ngaliyan, Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar, Jumat (14/2). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com – Penemuan jenazah bayi di dalam kardus, yang kondisinya sudah membusuk baru saja menghebokan warga Lingkungan Ngaliyan, Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar, Jumat (14/2).

Sebab jasad bayi tak berdosa itu ditemukan tergeletak di saluran air di dalam kardus. Bahkan saat ditemukan, tubuh bayi malang itu dalam keadaan terbungkus kain sprei.

Informasi yang dihimpun, jasad bayi yang pertama kali ditemukan Supriyanto, warga setempat ternyata dipicu bau menyengat dari belakang warung setempat.

Baca : Heboh, Bayi Dalam Kondisi Tewas Ditemukan di Irigasi Waduk Lalung

Munurut saksi sudah tiga hari terakhir, dia mencium bau busuk yang menyengat. “Tapi saya cari dari mana sumber bau itu, tidak ketemu. Tadi pas mau buka warung, baunya semakin menyengat,” katanya.

karena tidak tahan dengan bau membusuk ini dia kemudian mencari lagi dari mana sumber bau tersebut. Saat menelusuri di sekitar saluran air, Supriyanto menemukan kardus tergeletak. Ketika dibuka, dia melihat ada mayat bayi yang sudah membusuk di dalamnya.

Penemuan jenazah bayi tak berdosa itu membuat heboh warga. Peristiwa itu juga dilaporkan ke polisi. Personel Polres Karanganyar kemudian datang ke lokasi untuk mengevakuasi jasad bayi tersebut.

Baca : Hendak Tawuran, 11 Pelajar Diamankan

Kasat Reskrim Polres Karanganyar AKP Ismanto Yuwono mengatakan, dari pemeriksaan dokter Puskesmas Karanganyar, diperkirakan bayi tersebut sudah meninggal tujuh hari sebelum ditemukan.

“Kondisinya sudah membusuk. Jenazah kami bawa ke RS Dr Moewardi Solo untuk diotopsi. Dari otopsi itu, nantinya diketahui bayi tersebut meninggal sebelum atau sesudah dilahirkan. Juga jenis kelaminnya,” katanya. (Irfan Salafudin)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan