Gua Jepang Tirtomoyo Potensial Jadi Wisata Edukasi

gua-jepang-tirtomoyo2
GUA JEPANG : Pengunjung melihat salah satu terowongan atau gua peninggalan zaman Jepang di Dusun Dawuhan, Desa Hargorejo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, beberapa waktu lalu. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Terowongan-terowongan atau gua peninggalan penjajah Jepang di Dusun Dawuhan, Desa Hargorejo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri potensial dijadikan obyek wisata sejarah dan edukasi. Terdapat puluhan terowongan di perbukitan dusun tersebut yang belum tereksplorasi.

Praktisi pertambangan Tirtomoyo, Deni Suseno mengatakan, ada pelajaran mengenai sejarah, geologi, dan pertambangan yang bisa didapat dari gua-gua Jepang tersebut. “Akan sangat bagus kalau Gua Jepang dijadikan wisata sejarah dan edukasi,” katanya, baru-baru ini.

Baca : Gua Jepang Tirtomoyo Pernah Jadi Tambang Tembaga

Dia mengungkapkan, bebatuan yang ada di perbukitan Desa Hargorejo mengandung sulfida dan ada indikasi kandungan tembaga atau logam mulia. Selain itu, sebagian bebatuan tersebut juga didominasi silika.

Urat-urat dan lapisan tanah yang menyimpan banyak mineral memanjang di antara perbukitan Desa Hargorejo. Hal itu sudah diketahui oleh penjajah Jepang sejak lebih dari tujuh dasawarsa silam.

Karena itu, Jepang mengerahkan teknologinya untuk menggali dan menambang tembaga dari perut bumi di desa itu. “Mereka membangun tambang dengan sistem underground minning atau penambangan dalam,” terangnya.

Banyak lubang atau terowongan yang belum tereksplorasi. Meski demikian, dia memperkirakan panjang terowongan tidak sampai berkilo-kilometer.

Baca : Kunjungan Presiden ke Jatisrono Diundur Sabtu

Sukino, pemilik lahan Gua Jepang mengungkapkan, setelah Indonesia merdeka, pertambangan tersebut ditinggalkan begitu saja. Adapun gedung-gedung perkantoran kini tinggal menyisakan fondasinya. “Sekarang (terowongannya) jadi sarang kelelawar. Kalau senja banyak sekali yang berterbangan ke luar,” katanya.

Dia mengungkapkan, dahulu pernah ada orang yang mencoba menelusuri terowongan tersebut. “Tetapi sampai di dalam, lampunya tidak bisa menyala. Di dalam sana lubangnya bercabang-cabang dan ada ruangan-ruangan,” ujarnya.

Beberapa terowongan dimanfaatkan warga sebagai sumber air. Pasalnya, terowongan tersebut dipenuhi air, terutama saat musim hujan tiba. (Khalid Yogi)

Baca : Wow, Kepuasan Publik Terhadap Polri Peringkat ke-2 Setelah TNI

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan