Ini Pernyataan Resmi Tencent Tentang Gambar Palsu Epidemic Tracker

hoax

JAKARTA,suaramerdekasolo.com – Berita Tencent yakni Epidemic Situation Tracker yang melaporkan data real-time dari Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok (China’s National Health Commission) dan Juga data dari berbagai Komisi Kesehatan Kota lainnya di seluruh Tiongkok.

Apa yang dilakukan selama ini merupakan salah satu inisiatif dari Tencent, termasuk “Tencent Health” dan “Rumor Filter”, untuk terus memberikan informasi dan memberikan perkembangan terbaru kepada para penggunanya.
Di antaranya adalah terkait dengan berita epidemi virus Corona serta mengonfirmasi ulang informasi yang beredar atas fakta yang terjadi di lapangan yang telah disebarkan melalui siaran lebih dari 170 sumber berita resmi di seluruh Tiongkok.

Baca : Heboh, Bayi Dalam Kondisi Tewas Ditemukan di Irigasi Waduk Lalung

“Namun, beberapa sumber media sosial telah mengedarkan foto-foto korban epidemi yang diunduh dari “Epidemic Situation Tracker” dengan disertai informasi palsu yang tidak pernah Tencent publikasikan,” terang Tencent dalam siaran persnya yang diterima suaramerdekasolo.com, Jumat (14/2) sore WIB.


Menurut Tencent, pihaknya memanfaatkan teknologi untuk kebaikan dan menyayangkan sikap yang tidak bermoral seperti ini.

Tencent tidak akan memaafkan atas penyebaran informasi yang tidak akurat dan berita palsu apapun terutama dalam situasi yang sensitif saat ini.

Baca : Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2020

“Kami berhak melakukan tindakan hukum sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia serta mendesak para pihak yang menyalahgunakan layanan kami untuk segera menghentikan penyuntingan foto-foto dan penyebaran informasi palsu terkait foto-foto hasil penyuntingan tersebut,” tegas Tencent.

Seperti diketahui sebelumnya, sebuah akun twitter menuliskan tentang data terbaru korban virus corona di Tiongkok. Sumber yang viral di media sosial itu juga diulas dalam link https://suaramerdekasolo.com/2020/02/07/wouw-korban-meninggal-akibat-terjangkit-virus-corona-capai-24-589-orang/

Sampai berita ini diturunkan, sumber akun twitter https://twitter.com/do_ra_dong/status/1225260557319622656 dengan materi yang tetap sama mala sudah di retweets 1.800 pengunjung dan disukai hampir 3.000 pengunjung. (*)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan