Kawal KKN Daerah 3T, Dosen UNS Raih ADI Award 2020

anugerah-ADI-2020
AWARD: Dosen Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Fakultas Pertanian (FP) UNS Eksa Rusdiyana saat menerima anugerah ADI 2020. (suaramerdekasolo.com/dok)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Dosen Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Fakultas Pertanian (FP) UNS Eksa Rusdiyana berhasil meraih Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Award 2020 untuk kategori dosen dengan pengabdian masyarakat di daerah 3T (Terdepan-Terluar dan Tertinggal).

Salah satu gelar dalam anugerah ADI Award ke-22 yang diberikan bersamaan dengan peringatan hari ulang tahun ADI ke-22 yang diselenggarakan dalam rangkaian Edutech Expo di Jakarta Convention Center 6-10 Februari lalu.
Eksa Rusdiyana yang saat ini menjabat sebagai koordinator KKN kemitraan UNS menceritakan kegiatan pengabdian masyarakat yang diinisiasi melalui kegiatan KKN mahasiswa tersebut.

“Kegiatan KKN ini berlokasi di Desa Sanatab, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat mulai tahun 2018. Daerah ini hanya berjarak sekitar 10 km dari border perbatasan Indonesia-Malaysia,” cerita Eksa tentang kegiatan tersebut.

Seiring dengan majunya pembangunan border, masyarakat di perbatasan masih memerlukan pemberdayaan untuk mengoptimalkan potensi pertanian pangan dan sektor pariwisata. Saat ini UNS sudah 3 tahun berturut-turut mengirimkan mahasiswa KKN ke wilayah tersebut. Terakhir Eksa mengucapkan terima kasih kepada Unit Pelaksana (UP) KKN UNS dan tim KKN Borneo UNS yang masih mengabdi di Sambas sampai saat ini.

Wakil Ketua ADI, Prof Dr Silviana Murni mengatakan, penghargaan tahunan ini merupakan bentuk apresiasi ADI bagi para dosen yang dinilai memiliki kontribusi dan prestasi.

Selain kategori tersebut, terdapat beberapa kategori lain diantaranya Assoc. Prof. Dr. Mohammed Ali Berawi, M.Eng.Sc dari Universitas Indonesia (UI) yang berhasil meraih kategori penulis di jurnal international bereputasi-score SINTA tertinggi dan kategori Dosen Pembimbing mahasiswa berprestasi di tingkat nasional/ internasional terbanyak.

Lalu Novisrayani Kesmayanti, dari Universitas IBA Palembang sebagai dosen penerima hibah aktif, Gerald Arief dari Universitas Bina Nusantara kategori Inovasi Pembelajaran, Muhammad Sarjan, dari Universitas Mataram kategori Inovasi Penelitian, Syaiful Halim, dari Universitas Esa Unggul kategori dosen dengan paten terbanyak, Sudaryono dari Universitas Raharja kategori penulis buku teraktif, serta Muhammad Isa Indrawan dari Universitas Pembangunan Panca Budi Sumatera Utara kategori Dosen Penggiat Anti Narkoba di Perguruan Tinggi.(Evie Kusnindya)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan