Pekan Penuh Prestasi di Sekolah Presiden

sdit-insan-cendikia

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Pekan penuh prestasi kembali hadir di “Sekolah Presiden” SDIT Insan Cendekia, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali.

Dalam sepekan, tepatnya dua hari, tiga murid berhasil menyumbangkan juara dari berbagai cabang lomba, baik akademik maupun non-akademik.

Kran prestasi dibuka lewat Radithya Fatihul Ihsan yang menjadi juara 1 dalam Kompetisi Sains Nasional bidang matematika tingkat kecamatan Teras, Boyolali, Senin (10/2).

Bertempat di SD Cemoro, Teras, murid kelas V A ini berhasil menjadi yang terbaik, mengungguli peserta dari dua puluh lima kecamatan lain. Hasil ini menjadikan Radith sebagai wakil kecamatan Teras di tingkat kabupaten Boyolali.

Sehari berselang, prestasi kembali dipersembahkan Daru Bayu Permadi dengan menjuarai Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) cabang sepak bola mini SD tingkat kabupaten Boyolali

Tim kecamatan Teras yang diperkuat Daru berhasil menggasak Boyolali Kota dengan skor 6-3. Sebelum masuk babak final, tim Teras juga berhasil menghabisi lawan-lawannya dengan skor telak.

Di pertandingan pertama, kecamatan Banyudono dibabat 3-0, disusul menggunduli kecamatan Mojosongo dengan skor 5-0 di semi final. Atas hasil ini tim Teras akan berlaga di tingkat eks-Karesidenan Surakarta.

Belum cukup sampai di situ, di hari yang sama dengan Daru mempersembahkan juara, prestasi lain kembali hadir di sekolah yang bervisi “Menjadi Green School yang Prestatif, Islami, Disiplin dan Nyaman di Tingkat Nasional tahun 2024”.

Bertempat di Lapangan Tembak Brimob Boyolali, Qumairo Miftahul Janah menyapu bersih tiga kategori cabang panahan lomba POPDA. Murid kelas VI B ini menjadi yang terbaik pada jarak 20 meter, 25 meter, dan 30 meter putri.

Menurut Latif Rowi yang menjadi pelatih, keberhasilan Miftah tidak lepas dari latihan yang intensif selama dua pekan.

“Selain latihan intensif, Miftah lebih diuntungkan karena ikut klub panahan yang sudah dijalani selama dua tahun.” terang Latif.

Awalnya Latif memprediksikan bahwa kecamatan Boyolali akan menjadi tim terkuat yang menjadi pesaing, tapi prediksinya sedikit meleset.

“Ternyata semua tim sangat hebat. Kekuatan anak-anak ada pada ketenangan, mental, dan memperbanyak do’a.” lanjutnya.

Perjuangan Miftah belum selesai. Lomba di tingkat propinsi akan segera dijalani. (Budi Santoso)

Editor : Sri Hartanro

Tinggalkan Pesan