Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2020

aqua-klaten-peringati-hari-lahan1
TANAM POHON : Direktur BPEE, Ditjen KSDAE, Tandya Tjahjana melakukan penanaman pohon di Taman Kehati Ponggok, Klaten, Kamis (13/2).(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Luas lahan basah dunia diperkirakan mencapai lebih dari 12 juta km2 atau lebih dari 6 persen luas total permukaan bumi.

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki ekosistem lahan basah terluas di Asia setelah China, yakni sekitar 40,5 juta hektar atau 20 persen dari luas daratannya.

‘’Mempunyai lahan basah yang luas dengan keanekaragaman hayati, sangat penting dan bernilai. Semua itu merupakan aset yang dimiliki Indonesia yang bisa digunakan untuk kesejaht eraan rakyat,’’ kata Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial, Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE), Tandya Tjahjana.

Hal itu ditegaskan saat hadir pada peringatan World Wetlands Day (WWD) 2020 atau Hari Lahan Basah Sedunia di Taman Kehati PT Tirta Investama (Aqua Klaten) di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Kamis (13/2).

Acara digelar atas kerja sama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI melalui Direktorat Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial (BPEE), Ditjen KSDAE dengan Danone-AQUA.

Peringatan bertema ‘’Wetlands and Biodiversity’’ itu dihadiri, Asisten II Sekda Klaten Wahyu Prasetyo, perwakilan Pemprov Jateng, DIY, UPT Pengelola Situs Ramsar, akademisi, tokoh masyarakat, LSM serta stakeholder terkait.

‘’Kami berharap masyarakat memahami nilai dan fungsi lahan basah sebagai aset nasional, sebagai penyangga kehidupan, serta memperkuat komitmen dan peran semua pihak. Hal ini sesuai dengan visi Ditjen KSDAE dalam 10 Cara Baru Kelola Kawasan Konservasi,’’ ujar Tandya Tjahjana selaku National Focal Point Ramsar Indonesia.

Sebagai negara yang meratifikasi Konvensi Ramsar, Indonesia wajib mensosialisasikan nilai penting lahan basah kepada seluruh pemangku kepentingan. Peringatan WWD diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan peran aktif dalam menjaga kelestarian lahan basah, perlindungan ekosistem lahan basah yang lestari dan berkelanjutan.

Sustainable Development Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo menegaskan, Danone memiliki visi One Planet One Health. Perwujudannya melalui program dengan pendekatan pelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS), termasuk konservasi dengan menanam sekitar 3 juta pohon dengan metode MRV (Measurement, Reporting and Verification) dan aplikasi database online jejak.in.

aqua-klaten-peringati-hari-lahan2

‘’Metode dan aplikasi itu dapat memudahkan pemantauan pohon setelah ditanam. Selain itu, kami memiliki 22 program keanekaragaman hayati yang tersebar di 8 Propinsi di Indonesia, salah satunya di Ponggok, Polanharjo, Klaten tempat acara digelar,’’ kata Karyanto. 

Asisten II Wahyu Prasetyo yang hadir mewakili Bupati mengapresiasi pihak-pihak yang mendorong pelestarian lahan basah dan keanekaragaman hayati. ‘’Tak hanya butuh komitmen, tapi perlu aksi nyata mulai dari masyarakat, desa hingga provinsi yang efektif. Pemkab Klaten berkomitmen kuat dalam pelestarian keanekaragaman hayati di Klaten,’’ tegas dia.

Peringatan WWD 2020 dimeriahkan lomba mewarnai gambar yang bertema lahan basah bagi siswa SD, pelepasliaran burung di kawasan taman kehati seperti perkutut, kutilang, cekakak, jalak kebo, dan trocokan, tebar benih ikan dan aksi bersih sungai oleh komunitas peduli sungai.

Ada juga penanaman tanaman endemik langka, seperti Timoho (Kleinhovia hospita L), Kepel (Stelechocarpus burahol), Jambu Dersono Mawar (Eugenia jambos Linn), Salam (Syzygium polyanthum), Kluwek (Pangium edule), dan lainnya.

Taman Kehati Aqua Klaten berdiri di atas lahan seluas 4,6 hektar untuk pelestarian keanekaragaman hayati, pelestarian sumber air dan lainnya. Sudah ada 45 spesies tanaman endemik langka ditanam untuk konservasi sumber air.

Aqua juga mengedukasi 5000 warga dan siswa terkait pelestarian keanekaragaman hayati, pembinaan 16 Bank Sampah dan pelestarian Sungai Pusur.(Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan