Di Desa Jatisari Jatisrono Jurang Jadi Sahabat Warga

jurang-jadi-teman-wonogiri
MELIHAT TANAMAN : Presiden Jokowi melihat sampel-sampel bibit tanaman yang digunakan untuk penghijauan di Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Sabtu lalu (15/2). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Pemerintah Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri kini menjalankan konsep Jurang Sahabat Warga.

Mereka tidak lagi memandang jurang sebagai sebuah ancaman atau masalah, melainkan bisa diambil manfaatnya dengan penanaman sistem agroforestri.

Kepala Desa Jatisari Teguh Subroto mengatakan, di desanya terdapat jurang dengan panjang sekitar dua kilometer.

“Jurang tersebut terbentuk sekitar 30-40 tahun yang lalu,” katanya usai mengikuti aksi penghijauan bersama Presiden Joko Widodo dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar di desa tersebut, Sabtu (15/2).

Kondisi tanah yang miring dan tanah labil membuat erosi cepat terjadi. Erosi tanah kemudian menciptakan sedimentasi di Waduk Gajahmungkur. Pasalnya, lokasinya berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Keduang yang bermuara di Waduk Gajahmungkur.

Jurang-jurang tersebut akan ditanami dengan sistem agroforestri. Yakni menanam tegakan pepohonan keras dikombinasikan dengan buah-buahan. Kemudian menanam akar wangi atau rumput vetiver dan tanaman-tanaman produktif di antara tegakan pohon.

Tanaman produktif itu contohnya porang yang bernilai ekonomi tinggi. “Nilai ekonomi porang sangat tinggi, kebutuhan ekspornya juga besar,” ujarnya.

Dengan demikian, masyarakat bisa memetik manfaat dari aksi penanaman di jurang. Selain itu, penghijauan bisa mencegah erosi dan tanah longsor.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memimpin penanaman akar wangi dan porang dengan sistem agroforestri di desa tersebut. Akar wangi menurutnya sangat bagus menahan erosi.

Pasalnya, akar tanaman itu bisa menghujam dengan kedalaman tiga meter di bawah permukaan tanah. Akarnya juga sangat kuat mengikat tanah.

“Mudah sekali (menanam akar wangi). Tidak usah dirawat, tiga tahun akarnya sudah tiga meter. Semua waduk yang saya lihat, baik itu di Sulawesi, Jawa, Sumatera semuanya banyak sedimen. Diselesaikan dengan dikeruk itu keliru. Selesaikan dengan tanaman ini, sudah menyelesaikan masalah,” kata Presiden. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan