Empat Tahun Joko Sutopo- Edy Santosa, Bersinergi Mengentaskan Kemiskinan Wonogiri

jembatan-nusantara-wonogiri
JEMBATAN NUSANTARA : Bupati Wonogiri Joko 'Jekek' Sutopo (dua dari kiri) usai meresmikan Jembatan Nusantara di ruas Jalan Lingkar Kota Wonogiri, Desa Pare, Kecamatan Selogiri, Senin (17/2). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – 17 Februari 2020, tepat menjadi tahun keempat pelantikan Bupati Wonogiri Joko Sutopo dan wakil Bupati Edy Santosa SH. Pasangan Joko Sutopo-Edy Santosa (Joss) yang dalam Pilkada lalu mengusung visi membangun Wonogiri sukses, beriman, berbudaya, berkeadilan, berdaya saing dan demokratis dihadapkan pada persoalan kemiskinan di kabupaten tersebut.

Formulasi yang disusun untuk mengentaskan kemiskinan, mengacu pada dua hal besar. Yakni penaatan birokrasi untuk penguatan program dan rasionalisasi dengan menyusun anggaran yang fokus, efektif, dan efisien.

View this post on Instagram

Empat Tahun Joko Sutopo- Edy Santosa, Bersinergi Mengentaskan Kemiskinan Wonogiri 17 Februari 2020, tepat menjadi tahun keempat pelantikan Bupati Wonogiri Joko Sutopo dan wakil Bupati Edy Santosa SH. Pasangan Joko Sutopo-Edy Santosa (Joss) yang dalam Pilkada lalu mengusung visi membangun Wonogiri sukses, beriman, berbudaya, berkeadilan, berdaya saing dan demokratis dihadapkan pada persoalan kemiskinan di kabupaten tersebut. Formulasi yang disusun untuk mengentaskan kemiskinan, mengacu pada dua hal besar. Yakni penaatan birokrasi untuk penguatan program dan rasionalisasi dengan menyusun anggaran yang fokus, efektif, dan efisien. Selain itu, melakukan intervensi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengurangan beban hidup keluarga miskin dan peningkatan kapasitas ekonominya. Link artikel : https://suaramerdekasolo.com/2020/02/17/empat-tahun-joko-sutopo-edy-santosa-bersinergi-mengentaskan-kemiskinan-wonogiri/ Link twitter :https://twitter.com/SoloSuara/status/1229401760235761669?s=19 Link twitter : https://twitter.com/SoloSuara/status/1229585060065665024?s=19 Link instagram : https://youtu.be/WQL1Mn3SXks @humas_wonogiri @explore_wonogiri @repostwonogiri @repost_wonogiri @bupatiwonogiri #kabupatenwonogiri #JokoSutopo #EdySantosa

A post shared by Suara Merdeka Solo (@suaramerdekasolo_official) on

Selain itu, melakukan intervensi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengurangan beban hidup keluarga miskin dan peningkatan kapasitas ekonominya.

Baca : Seperti Inilah Budi Daya Akar Wangi Berkekuatan 1/6 Kawat Baja di Wonogiri

Implementasi strategi tersebut dijabarkan melalui kegiatan sektor kesehatan, pendidikan, pemberdayaan keluarga miskin, rehabilitasi sosial, pengembangan pengelolaan air minum, pengembangan lingkungan sehat, dan peningkatan kesejahteraan petani.

jembatan-nusantara-wonogiri3

Bupati menuturkan, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan juga diarahkan untuk meningkatkan akses wilayah yang memiliki potensi ekonomi demi peningkatan pendapatan masyarakat. Seluruh aspek tersebut saling mendukung dan saling menguatkan.

Capaian kinerja dan hasil pelaksanaan program selama empat tahun terlihat pada sejumlah indikator. Kinerja pemerintah Kabupaten Wonogiri menunjukkan trend meningkat. Berdasarkan penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP), Pemkab Wonogiri tahun 2015 lalu berada pada kategori C (interprestasi kurang) dengan nilai kurang dari 50.

Tahun 2018, Pemkab Wonogiri meraih kategori BB dengan nilai 70,43, menempati peringkat empat terbaik Provinsi Jawa Tengah, dan peringkat pertama di wilayah Solo Raya.

Baca : Ini Rahasia Durian Pogog Wonogiri Hasilkan Rp 8 Juta/Pohon

Sistem penilaian ini mengindikasikan keberhasilan perangkat pemerintah dalam memberikan pelayanan. Mereka mengawali dengan sistem penganggaran efektif, efisien dan berbasis pada nilai manfaat.

“Semua berkat kerjasama dan dukungan segenap elemen masyarakat. Konsep sebaik apapun hanya akan berhenti di atas kertas manakala tidak dilaksanakan. Butuh keberanian, kerja keras dan kerja bersama untuk ewujudkannya,” katanya.

Secara umum, pertumbuhan ekonomi tercatat di atas 5 persen. Ketimpangan pendapatan antarwilayah bisa ditekan dan terjadi pemerataan sebagai efek pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Angka kemiskinan menurun, target Rencana Pembangunan Jangka Menegah daerah (RPJMD) tercapai.

Baca : Tanaman Kopi Mulai Dibudidayakan di Wonogiri, Salah Satunya di Desa Sukoharjo Tirtomoyo

Program Pinter Rakyate

Akhir tahun 2019, angka kemiskinan Kabupaten Wonogiri sebesar 10,25 persen, sudah lebih baik dari angka rata-rata kemiskinan Provinsi Jateng sebesar 10,58 persen, tetapi belum sebaik angka rata-rata nasional sebesar 9,22 persen. Pihaknya optimistis, pencapaian di masa mendatang selalu lebih baik.

jembatan-nusantara-wonogiri2

Ke depan, tugas mengentaskan masyarakat dari kemiskinan terus dilaksanakan. Program yang sudah berjalan baik diteruskan dengan upaya-upaya lain untuk menurunkan angka kemiskinan.

Baca : Jumantik Cilik Bantu Cegah Demam Berdarah, Sosialisasi ke Sekolah-sekolah Wonogiri

Sesuai target RPJMD, angka kemiskinan Kabupaten Wonogiri diharapkan pada kisaran 9 persen. Pemkab terus meningkatkan kualitas Sumberdaya Manusia melalui pendidikan formal maupun nonformal agar mampu mandiri.

Strategi ini juga untuk memperbaiki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Wonogiri. Tahun 2018, IPM Wonogiri mendapat nilai 69,37 dikategorikan menengah. Akan semakin baik manakala IPM Kabupaten Wonogiri berada pada angka 70 atau kategori tinggi.

Dengan slogan Sesarengan Mbangun Wonogiri dan Go Nyawiji Sesarengan Mbangun Wonogiri, sinergi untuk mengentaskan kemiskinan di Wonogiri akan terlaksana dengan baik.

Baca : Desa Jatisari Wonogiri Dirikan Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus

“Terimakasih kepada segenap komponen masyarakat yang berkontribusi aktif dan menjadi mitra sejajar dalam membangun Kabupaten Wonogiri,” katanya.

Capaian fokus kegiatan Panca Program tahun 2016-2019 dan penetapan tahun 2020 sebagai berikut.

Program Alus Dalane, dana Rp 1,3 triliun berhasil memperbaiki 1.004 km dari panjang total 1.038 km jalan.

Program Pinter Rakyate, dana Rp. 159,46 miliar berhasil menyelenggarakan pendidikan gratis dan bantuan mahasiwa berprestasi. Hingga tahun 2019, sebanyak 930 mahasiswa menikmati bantuan sebesar Rp 12 juta per orang per tahun.

Program Sehat Wargane, dana Rp 264,38 miliar untuk program kesehatan gratis, perbaikan sembilan Puskesmas, satu Rawat Inap, 15 Puskesmas Pembantu dan perbaikan fasilitas di RSUD Wonogiri.

Baca : Pendapatan RSUD Wonogiri Mencapai Rp 114,9 Miliar

Program Rame Pasare, dana Rp 120,67 miliar untuk membangun tiga pasar Tipe A dan delapan pasar Tipe B

Program Sukses Petanine, dana Rp 79,98 miliar, untuk pembangunan sarana irigasi, sumur dalam, rehabilitas embung, hibah sebanyak 1.307 alat mesin pertanian , dan pembangunan sentra buah. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan