Bandara Yogyakarta Pindah, Market Penerbangan Pecah -Xpressair Boyongan Ke Solo

0
express-air
PESAWAT PARKIR :Pesawat Xpressair tengah parkir di apron Bandara Adisucipto Yogyakarta, belum lama ini.(suaramerdekasolo.com/dok)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Market penerbangan di Yogyakarta diprediksi bakal pecah, setelah bandara di Yogyakarta pindah dari Bandara Internasional Adisucipto Sleman ke New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) di Kulonprogo.

“Maskapai ada yang pindah dan membuka penerbangan di Solo dan Semarang, selain tetap akan melanjutkan ke bandara yang baru di Kulonprogo,” kata Sales Marketing and Corporate Super Visor Xpress Air, Irfan Setiawan, usai bertemu Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, di Balai Kota, Selasa (18/2).

Setelah bandara baru Yogyakarta di Kulonprogo dioperasikan, lanjut dia, maskapai Xpressair memindahkan penerbangannya ke Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo. Dari Kota Bengawan, maskapai itu akan melayani penerbangan ke sejumlah daerah. Pada tahap awal akan dibuka tiga rute dari Solo, yakni Solo-Palembang, Solo-Samarinda dan Pontianak. Penerbangan kelima kota tersebut dilakukan secara langsung atau direct flight.

Baca : Pesawat Tempur Canggih Dan Heli Colibri Semarakkan Lanud Adi Soemarmo Open Base 2019

Menurut dia, penerbangan dari Solo akan dimulai 31 Maret 2020. Pada tahap awal penerbangan akan dilayani 3-4 kali dalam sepekan. Jika tingkat keterisian diatas rata-rata atau mencapai 80-90 persen, akan ditingkatkan menjadi setiap hari. Selama terbang dari Yogyakarta, tingkat keterisian kursi Xpressair mencapai 70-80 persen.

“Setelah Solo-Palembang dan Solo-Samarinda sukses, kita akan masuk tahap berikutnya, yakni Solo-Banjarmasin dan Solo-Lampung,” katanya.

Hal yang sama dikatakan General Manajer PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo, Abdullah Usman, sebelumnya. Menurut dia, perpindahan Xpressair dari bandara di Yogyakarta ke Solo lantaran maskapai tersebut tidak mempunyai alat PBN (Performance Based Navigation), sehingga harus memakai satelit, makanya pihak manajemen memutuskan peralihan rute ke Solo.

Baca : Lion Air Tambah Lion Entertainment Jadi Tujuh Pesawat

Meski demikian, perpindahan itu justru akan memudahkan para penumpang. Apalagi banyak penumpang Xpressair dari Kalimantan berasal dari Solo dan sekitar, terutama Wonogiri. Penumpang yang turun bisa memanfaatkan kereta bandara yang baru dioperasikan menuju Stasiun Solo Balapan.

“Untuk selanjutnya lewat skybridge ke Terminal Tirtonadi, berganti bus untuk melanjutkan perjalanan ke kampung halaman,” kata Usman.(Vladimir Langgeng)

Baca : Montir Asal Pinrang Berhasil Menerbangkan Pesawat Rakitan Sendiri, Simak Video Hebohnya

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan