Jembatan Nusantara akan Dilengkapi Embung Wisata

jembatan-nusantara-wonogiri2
IKON BARU : Jembatan Nusantara di ruas JLK Wonogiri, Desa Pare, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri telah diresmikan, Senin (17/2) dan menjadi ikon baru kabupaten tersebut. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Jembatan Nusantara di Desa Pare, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri telah diresmikan, Senin (17/2).

Selain sebagai infrastruktur penunjang transportasi, jembatan tersebut telah menjadi ikon baru dan tempat rekreasi warga. Oleh karenanya, Pemkab berencana melengkapinya dengan embung wisata.

Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo mengatakan, jembatan sepanjang 42 meter tersebut merupakan bagian dari Jalan Lingkar Kota (JLK) Wonogiri.

Adapun JLK Wonogiri membentang sepanjang 15,3 kilometer dari Desa Bulusulur (Kecamatan Wonogiri) sampai Terminal Krisak (Kecamatan Selogiri).

Pembebasan tanah hingga pembangunan JLK telah dirintis sejak 15 tahun yang lalu. Banyak pihak sempat pesimistis JLK bisa diselesaikan karena biaya yang dibutuhkan sangat besar.

“Tetapi faktanya, tahun 2019 lalu pembangunannya luar biasa. Dana sebesar Rp 64 miliar bisa membangun 5,3 kilometer ruas JLK dan sekarang bisa menyelesaikan pembangunan JLK,” katanya.

Adapun Jembatan Nusantara tersebut menjadi ikon keberhasilan pembangunan. Jembatan dibangun dengan arsitektur menarik, dilengkapi pilar-pilar melengkung sehingga tampak artistik. Sebagian warga menamainya Jembatan Merah Putih, ada pula yang menyebutnya Jembatan Selfie.

Pasalnya, jembatan itu menjadi obyek selfie baru dan tempat rekreasi warga.

Pemkab berencana membangun embung di bawah jembatan agar nilai estetis dan seninya lebih menonjol sehingga lebih menarik sebagai tempat rekreasi.

“Nanti akan dibangun embung dan dilengkapi dengan penerangan jalan,” imbuhnya.

jembatan-nusantara-wonogiri
JEMBATAN NUSANTARA : Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo (dua dari kiri) usai meresmikan Jembatan Nusantara di ruas Jalan Lingkar Kota Wonogiri, Desa Pare, Kecamatan Selogiri, Senin (17/2). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Wonogiri Prihadi Ariyanto menambahkan, Jembatan Nusantara dibangun dengan panjang 42 meter dan lebar sembilan meter. Pembangunannya menelan biaya hingga Rp 4,6 miliar.

Anggota DPRD Wonogiri asal Kecamatan Selogiri, Bambang Sadriyanto mengatakan, Jembatan Nusantara menjadi ajang selfie masyarakat. Setiap akhir pekan banyak warga yang datang untuk melihat keindahan jembatan.

Adapun JLK diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat pinggiran. “Perekonomian tidak hanya meningkat di kota, tetapi sampai pinggiran,” katanya. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan