Kisah WNI Klaten Usai Dikarantina di Natuna : Ingin Selesaikan Disertasi, Milla Tertahan di Cina

virus-corona-wuhan-wni-klaten1
PULANG : Hilyatu Millati Rusdiyah (33) dan suaminya Ahmad Syaifuddin Zuhri (35) memberi keterangan di rumahnya di Dukuh Malangan, Desa Malangan, Kecamatan Tulung, Klaten, Senin (17/2).(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

*Bahagianya Bertemu Kembali dengan Keluarga

BETAPA bahagia hati Hilyatu Millati Rusdiyah (33), bisa berkumpul kembali dengan suaminya Ahmad Syaifuddin Zuhri (35) dan putrinya yang berumur 2 tahun di rumahnya di Dukuh Malangan, Desa Malangan, Kecamatan Tulung, Klaten.

Milla demikian dia disapa sedang menempuh program PhD Administrasi Bisnis di Chongqing University, Kota Chongqing. Dia sempat tertahan akibat wabah virus corona. Selama 10 hari dia terisolasi di apartemennya, sebelum Pemerintah RI melakukan evakuasi WNI.

Sebenarnya, Zuhri suaminya juga sedang menempuh program S3 di Central China Normal University (CCNU) Wuhan yang jaraknya sekitar 1000 km dari Chongqing. Selama di Cina, putrinya tinggal bersama ayahnya di Wuhan.


Pada 9 Januari 2020 lalu, Zuhri yang asli Semarang dan putrinya pulang ke rumah mertuanya di Klaten saat libur semester sekaligus liburan musim dingin.

Milla bertahan di negeri tirai bambu karena ingin fokus menyelesaikan tesisnya. Tak dinyana, wabah virus corona merebak sehingga Pemerintah Cina melakukan isolasi.

Beruntung, Pemerintah RI melakukan evakuasi WNI hingga pada 2 Februari 2020, Milla dan ratusan WNI lain mendatang di Bandara Udara Internasional Hang Nadim, Batam.

Mereka menjalani tes kesehatan dan disemprot disinfektan kemudian dibawa ke Pulau Natuna dengan pesawat TNI untuk menjalani observasi selama 14 hari.

‘’Tiba di Natuna ada pembagian kamar dan sosialisasi. Selama menjalani observasi di hangar Lanud Raden Sadjad, Natuna, kami berolahraga tiap pagi, makan tiga kali sehari dan masih bisa main game. Tiap hari ada pemeriksaan cek kesahatan dua kali, cek suhu tubuh untuk memastikan semua sehat,’’ kata Milla.

Rutinitas selama diobservasi membuatnya rindu keluarga tercinta. Telepon menjadi satu-satunya sarana melepas kangen. Karenanya, dia sangat bersyukur bisa berkumpul bersama suami, anak dan orang tuanya.

virus-corona-wuhan-wni-klaten2


‘’Selama di Natuna tidak dibatasi bila ingin telepon keluarga, terima kasih pada semua yang membantu kepulangan saya,’’ ujar dia. Sebelum pulang, dia telah dinyatakan sehat oleh Menteri Kesehatan dalam bentuk sertifikat.

Milla dijemput suaminya di Bandara Ahmad Yani Semarang, Sabtu (15/2) pukul 22.00 WIB. Mereka beristirahat di Semarang sehari sebelum kembali di Klaten, Senin (17/2) pukul 11.00 WIB.

‘’Alhamdulilah bisa berkumpul kembali. Sejak virus corona mewabah, kepulangan istri menjadi hal paling diharapkan,’’ ujar Zuhri.

Kini, Milla sedang menikmati kebersamaan dengan keluarga. Rencana kembali ke Tiongkok masih menunggu informasi dari kampus. Selama di tanah air, dia akan fokus untuk menyelesaikan disertasinya.(Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan