Pemanggilan Tanpa Melalui Dewan Kehormatan, Advokat Solo Gugat Kapolri Cq Kapolda dan Peradi

0
peradi2

SOLO, suaramerdekasolo.com– Kasus hukum di Polda Metro Jaya merembet ke Pengadilan Negeri (PN) Surakarta. Sebab seorang pengacara asal Solo yakni Doktor Song Sip SH MH yang menjadi saksi dalam kasus laporan berita bohong, membuat gaduh, fitnah dan lainnya diperiksa di Polda Metro Jaya tanpa pemanggilan melalui Dewan Kehormatan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi).

Pemeriksaan terhadap Song Sip di Polda Metro Jaya tanpa ada izin dari Peradi, dia akhirnya menggugat Kapolri, Cq Kapolda Metro Jaya Cq Direskrimsus Polda Metro Jaya ke PN Surakarta.

Begitu juga Song Sip menggugat DPN Peradi Pusat Cq Peradi Kota Surakarta atas tanggung jawabnya sebagai induk organisasi tempat Song Sip menjalankan profesi sebagai pengacara.

Advokat yang tinggal di Jalan Garuda Telukan, Grogol, Sukoharjo itu saat ditemui di PN Surakarta, Rabu (19/2), mengemukakan, bahwa dia merasa tidak nyaman ketika diperiksa di Polda Metro Jaya berdasar pengaduan terlapor atas pernyataannya dalam Jumpa Pers di Jakarta yang menyebutkan anggota Brimob tidak menjalankan tugas tidak sesuai kewenangannya atas pengosongan kliennya yang menempati tanah sengketa di Jakarta Timur.

Adapun sidang gugatan terhadap Kapolri hingga Peradi Surakarta yang telah berlangsung beberapa waktu lalu di PN Surakarta, sekitar dua pekan lalu telah ada kesepakatan damai antara pihak penggugat dan tergugat.

”Sidang yang berlangsung hari ini, majelis hakim memutuskan hasil kesepakatan damai antara kami sebagai penggugat dan Kapolri Cq Kapolda Metro Jaya dan lainnya maupun DPN Peradi Pusat Cq DPD Peradi Jateng Cq Peradi Kota Surakarta sebagai tergugat,” jelas Song Sip dalam penjelasannya.

Adapun Ketua Peradi Kota Surakarta, Badrus Zaman SH MH menjelaskan, perdamaian yang telah disepakati bahwa sesuai ketentuan hukum hingga adanya MoU antara Kapolri yang waktu itu dijabat Jenderal Pol Tito Karnavian dengan Peradi bahwa pengacara dalam menjalankan tugas ketika akan dimintai keterangan oleh petugas kepolisian harus melalukan pemanggilan melalui Dewan Kehormatan Peradi.

”Sedang saat menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Polda Metro Jaya, pihak kepolisian tidak melayangkan pemanggilan terhadap Song Sip melalui Dewan Kehormatan Peradi,” urainya.

peradi

Kasubid Bankum Polda Metro Jaya, AKBP Nova merasa keberatan atas putusan majelis hakim yang diketuai Jamaludin SH. Sebab putusan hakim menyebutkan menghukum kedua belah pihak untuk mematuhi perdamaian yang telah disepakati.

”Kata menghukum seolah ada yang bersalah. Meskinya putusan tidak menyebutkan menghukum,” tandasnya usai sidang.Menurutnya, dengan perdamaian cukup dengan penegasan taat pada perdamaian yang sudah disepakati.

Sedang putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim, Jamaludin SH menjelaskan dua putusan dalam sidang yakni, menghukum perjanjian yang telah disepakati dan menghukum kedua belah pihak untuk membayar biaya perkara. (Sri Hartanto)

Tinggalkan Pesan