Sebulan Sekali Terjadi Kasus Gigitan Ular di Wonogiri, Masyarakat Perlu tahu Penanganan Ular

0
korban-gigitan-ular-wonogiri
MENGENALI ULAR : Para peserta melajar mengenali ular saat Kopdar Kompag di puncak Bukit Joglo, Desa Sendang, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Beberapa kasus gigitan ular dijumpai di Kabupaten Wonogiri. Salah satunya mengakibatkan kematian seorang anak, tahun 2019 lalu. Oleh karenanya, masyarakat perlu mengetahui penanganan pertama ketika menghadapi gigitan ular.

Gesang Nanda Sadewa, pecinta reptil Wonogiri mengungkapkan, rata-rata sebulan sekali terjadi kasus gigitan ular. “Itu baru data yang kami himpun dari rumah-rumah sakit. Kalau yang tidak dilaporkan pasti lebih banyak,” katanya usai acara Snake Education Kopdar Komunitas Pecinta Alam Wonogiri (Kompag) di puncak Bukit Joglo, Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, baru-baru ini.

Kasus gigitan ular pernah dijumpai di Kecamatan Pracimantoro, Paranggupito, dan wilayah timur Wonogiri, seperti Purwantoro, Kismantoro, dan Bulukerto. Adapun ular berbisa yang dijumpai berjenis welang, weling, cobra jawa, dan bandotan tanah.

Tahun 2019 lalu, kasus gigitan ular memakan korban jiwa. seorang anak berusia 14 tahun di wilayah Kecamatan Bulukerto meninggal dunia setelah digigit ular jenis welang atau weling.

“Meninggal dunia karena terlambat penanganan. Digigit waktu tidur, cuma terasa anyep (dingin). Sempat sambat (mengeluh) tidak enak badan, lalu tidur lagi, ternyata meninggal dunia,” ujarnya.

Gesang mengaku pernah digigit ular cobra. Namun dia terhindar dari maut karena segera ke rumah sakit. “Rasanya pusing, mual, dan pandangan kabur,” terangnya.

Penanganan pertama gigitan ular berbisa adalah dengan immobiliasasi. Yakni membuat bagian tubuh yang digigit tidak banyak bergerak.

Jika tangan digigit ular, maka tangan tersebut dijepit dengan dua balok kayu kemudian dibebat kencang. Dengan cara itu, tangan tidak banyak bergerak sehingga bisa ular tidak cepat menyebar. Selanjutnya harus segera dibawa ke rumah sakit.

Sebelumnya diberitakan, acara Kopdar Kompag itu mengangkat tema Snake Education (edukasi mengenai ular) dengan mengundang komunitas Animal Independen Wonogiri.

Ketua Kompag Tanto Sri Kuncoro didampingi ketua panitia Kopdar Kompag Eko Rahmadi mengatakan, Snake Education diadakan agar mampu mengidentifikasi ular dan mengetahui cara penanganan atau penangkapannya. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan