Longsor, Jalan Penghubung Balong-Lempong Ambles

longsor-jenawi-karanganyar
LONGSOR : Jalan penghubung Desa Balong dan Desa Lempong di Kecamatan Jenawi, beberapa saat setelah ambles karena tanah penyangganya longsor, Rabu (19/2) sore. Ruas jalan tersebut saat ini ditutup total, untuk menghindari risiko fatal bagi pelintasnya. (suaramerdekasolo.com/dok)

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com – Ruas jalan penghubung antara Desa Balong dengan Desa Lempong di Kecamatan Jenawi, ambles akibat tanah longsor pada Rabu (19/2) sore.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Hendro Prayitno mengungkapkan, longsornya penyangga jalan terjadi setelah air meluap akibat gorong-gorong tersumbat ranting pohon karet.

“Air meluap ke badan jalan yang sebelumnya sudah retak. Imbasnya, tanah penyangga longsor dan badan jalan ambles. Awalnya ambles 30-an cm, namun berlanjut hingga terakhir ambles sedalam 20 meter,” jelasnya, Kamis (20/2).

Baca : BPBD Karanganyar Minta PVMBG Cek 3 Titik Rawan Longsor

Petugas dari instansi terkait telah melakukan pengecekan ke lokasi peristiwa. Di sekitar lokasi, juga dipasang rambu-rambu agar warga tidak melintas karena kondisinya membahayakan.  

Camat Jenawi Agus Dwitanto mengatakan, ruas jalan yang longsor saat ini ditutup total, karena jika dilintasi akan berisiko fatal pada pengguna jalan.

“Sudah dipasang palang bambu, agar tidak ada yang melintas. Penutupan jalan sudah disosialisasikan ke masyarakat,” jelasnya.

Dikatakannya, kondisi jalan yang longsor sudah dicek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

Dari hasil pengecekan, diperoleh kesimpulan bahwa badan jalan yang longsor tidak mungkin diperbaiki, karena rawan longsor. Padahal, di samping jalan terdapat jurang yang dalam.

“Solusinya, jalan akan digeser naik ke atas sekitar 12 meter. Panjang jalan yang akan digeser naik antara 50 hingga 60 meter. Badan jalan yang lama nantinya ditutup tanah. Kami akan berkoordinasi dulu dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX, karena lokasinya berada di tanah milik PTPN,” imbuhnya. (Irfan Salafudin)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan